KEISLAMAN

Di Dunia yang Sementara Ini Kita Mencari Apa?

Yahya Sukamdani| Jum'at, 13/03/2026
Renungan tentang tujuan hidup manusia di dunia menurut Al-Qur’an dan hadits Nabi. Ilustrasi foto kehidupan dunia

Terasmuslim.com - Kehidupan dunia sering kali terasa penuh dengan kesibukan, persaingan, dan berbagai keinginan yang tidak ada habisnya. Banyak manusia berlomba mengejar harta, jabatan, dan popularitas, seolah-olah dunia adalah tempat tinggal yang abadi. Padahal dalam pandangan Islam, dunia hanyalah tempat sementara yang akan ditinggalkan setiap manusia. Karena itu, muncul pertanyaan penting: di dunia yang sementara ini sebenarnya apa yang sedang kita cari?

Al-Qur’an menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang bersifat sementara. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 20 bahwa kehidupan dunia tidak lain hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga dalam harta serta anak-anak. Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh gemerlap dunia yang pada akhirnya akan sirna.

Dalam Islam, tujuan utama manusia hidup di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia memiliki tujuan yang jelas, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak terlalu terikat dengan dunia. Dalam sebuah hadits beliau bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara.” (HR. Bukhari). Hadits ini mengajarkan bahwa seorang Muslim seharusnya memandang dunia hanya sebagai tempat singgah, bukan sebagai tujuan akhir.

Baca juga :

Meski demikian, Islam tidak melarang manusia mencari rezeki, bekerja, atau meraih kesuksesan dunia. Justru Islam mendorong umatnya untuk berusaha dengan cara yang halal. Namun semua itu harus ditempatkan sebagai sarana, bukan tujuan utama. Harta, kedudukan, dan kenikmatan dunia seharusnya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama manusia.

Akhirnya, kehidupan dunia adalah kesempatan yang Allah SWT berikan untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat. Orang yang bijak adalah mereka yang mampu memanfaatkan waktu hidupnya untuk melakukan kebaikan, memperbanyak amal saleh, serta menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Dengan kesadaran inilah seorang Muslim akan memahami bahwa di dunia yang sementara ini, yang seharusnya kita cari bukan sekadar kenikmatan dunia, tetapi keridhaan Allah SWT dan kebahagiaan yang abadi di akhirat.

TAGS : hakikat kehidupan dunia tujuan hidup renungan kehidupan

Terkini