KISAH

Kisah Qais bin Sirmah, Sahabat Nabi yang Menjadi Sebab Turunnya Keringanan Puasa Ramadhan

Yahya Sukamdani| Minggu, 08/03/2026
Kisah Qais bin Sirmah sahabat Nabi yang menjadi sebab turunnya keringanan puasa Ramadhan. Ilustrasi foto Puasa (Foto: Pexels/hello aesthe)

Terasmuslim.com - Kisah sahabat Nabi SAW bernama Qais bin Sirmah merupakan bagian penting dalam sejarah syariat puasa Ramadhan. Ia termasuk sahabat dari kalangan Anshar yang hidup di Madinah dan dikenal sebagai seorang pekerja keras. Peristiwa yang menimpanya menjadi salah satu sebab turunnya keringanan dalam hukum puasa Ramadhan pada masa awal Islam. Kisah ini menunjukkan bagaimana Allah memberikan kemudahan kepada hamba-Nya dalam menjalankan ibadah.

Pada awal diwajibkannya puasa Ramadhan, aturan puasa masih sangat berat dibandingkan dengan yang berlaku sekarang. Saat itu, seorang muslim hanya diperbolehkan makan, minum, dan berhubungan dengan istrinya sebelum tidur pada malam hari. Jika seseorang sudah tertidur setelah berbuka, maka ia tidak lagi diperbolehkan makan dan minum hingga waktu berbuka keesokan harinya. Ketentuan ini menjadi ujian berat bagi sebagian sahabat yang bekerja keras di siang hari.

Suatu hari, Qais bin Sirmah pulang dari pekerjaannya di kebun dalam keadaan sangat lelah dan lapar. Ketika sampai di rumah, ia meminta istrinya menyiapkan makanan untuk berbuka. Namun karena menunggu cukup lama, Qais bin Sirmah tertidur sebelum sempat makan. Menurut aturan saat itu, setelah tertidur ia tidak boleh lagi makan hingga maghrib keesokan harinya. Akibatnya ia harus melanjutkan puasa dalam keadaan sangat lemah.

Keesokan harinya Qais tetap bekerja dan berpuasa sebagaimana biasa. Namun karena kondisi tubuhnya sangat lemah akibat tidak makan sejak hari sebelumnya, ia akhirnya pingsan di tengah pekerjaannya. Peristiwa ini kemudian sampai kepada Nabi Muhammad dan para sahabat lainnya. Kejadian tersebut menggambarkan betapa beratnya aturan puasa pada masa awal Islam.

Setelah peristiwa itu, Allah SWT menurunkan keringanan hukum puasa melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187. Ayat tersebut menjelaskan bahwa kaum muslimin diperbolehkan makan, minum, dan berhubungan dengan istri sepanjang malam hingga terbit fajar. Turunnya ayat ini menjadi rahmat dan kemudahan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Kisah Qais bin Sirmah memberikan pelajaran penting bahwa syariat Islam selalu membawa kemudahan dan tidak dimaksudkan untuk memberatkan manusia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi manusia dan tidak menghendaki kesulitan. Pengorbanan para sahabat seperti Qais bin Sirmah menjadi bukti keikhlasan generasi pertama Islam dalam menjalankan perintah Allah SWT, sekaligus menjadi sebab turunnya kemudahan bagi umat Islam hingga hari ini.

 
 
 
TAGS : sejarah puasa Ramadhan kisah sahabat sahabat Nabi

Terkini