KISAH

Biografi Khabbab bin al-Aratt, Sahabat yang Disiksa karena Mempertahankan Tauhid

Yahya Sukamdani| Senin, 23/02/2026
Khabbab bin al-Aratt, sahabat tangguh yang sabar menghadapi siksaan Quraisy. Ilustrasi foto perjuangan membela Islam

Terasmuslim.com - Nama Khabbab bin al-Aratt radhiyallahu ‘anhu mungkin tidak sepopuler para khalifah, namun keteguhan imannya menjadi fondasi kokoh dalam sejarah awal Islam. Ia termasuk golongan as-sabiqunal awwalun, orang-orang yang pertama masuk Islam di Makkah. Berasal dari kalangan budak dan bekerja sebagai pandai besi, Khabbab tidak memiliki perlindungan kabilah yang kuat. Namun justru dalam kondisi lemah itulah, imannya bersinar terang.

Ketika memeluk Islam, ia menghadapi siksaan berat dari tuannya dan para pembesar Quraisy. Tubuhnya pernah dibaringkan di atas bara api yang menyala hingga lemak punggungnya memadamkan api tersebut. Namun ia tidak pernah murtad atau meninggalkan tauhid. Keteguhan ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 2, bahwa manusia akan diuji untuk membuktikan keimanan mereka.

Dalam sebuah riwayat shahih yang tercantum dalam Shahih Bukhari, Khabbab pernah mengadu kepada Nabi Muhammad SAW tentang beratnya siksaan yang dialami kaum Muslimin. Rasulullah SAW mengingatkan mereka tentang umat terdahulu yang lebih berat ujiannya, namun tetap bersabar hingga pertolongan Allah datang. Pesan itu menguatkan hati Khabbab dan para sahabat lainnya bahwa kemenangan tidak lahir dari keluhan, melainkan kesabaran.

Khabbab juga memiliki peran penting dalam dakwah secara sembunyi-sembunyi. Ia termasuk yang mengajarkan Al-Qur’an kepada Umar bin Khattab sebelum Umar masuk Islam. Melalui perantara bacaan Al-Qur’an di rumah Fatimah binti Al-Khaththab, hati Umar luluh dan akhirnya menjadi salah satu pembela Islam terkuat. Peran Khabbab dalam peristiwa ini menunjukkan bahwa dakwah yang tulus bisa mengubah arah sejarah.

Baca juga :

Setelah hijrah ke Madinah, Khabbab ikut serta dalam berbagai peperangan bersama Rasulullah SAW. Meski pernah hidup dalam penderitaan, ia tidak menjadikan dunia sebagai tujuan. Ketika di masa berikutnya ia memperoleh kelapangan rezeki, ia tetap khawatir jika kenikmatan dunia mengurangi pahala akhiratnya. Sikap zuhudnya mencerminkan pemahaman mendalam terhadap makna sabda Nabi SAW tentang kefanaan dunia.

Kisah Khabbab bin al-Aratt adalah pelajaran tentang kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan. Ia bukan sahabat yang selalu disebut dalam kisah heroik peperangan besar, namun darah dan air matanya menjadi saksi bahwa Islam berdiri di atas pengorbanan orang-orang tulus. Dari bara api siksaan Quraisy, lahir pribadi tangguh yang namanya harum dalam sejarah keimanan.

TAGS : biografi Khabbab bin al-Aratt kisah sahabat

Terkini