
Ilustrasi shalat sajadah bergambar dan kaus bertulisan
Terasmuslim.com - Khusyuk merupakan ruh dalam shalat, karena shalat adalah momen seorang hamba bermunajat langsung kepada Allah SWT. Segala hal yang mengganggu konsentrasi, termasuk adanya gambar atau tulisan di depan tempat shalat, dapat mengurangi kekhusyukan. Al-Qur’an menegaskan pentingnya menjaga kualitas shalat, sebagaimana firman Allah SWT: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2). Ayat ini menunjukkan bahwa khusyuk bukan sekadar pelengkap, melainkan tujuan utama dalam ibadah shalat.
Rasulullah ﷺ secara langsung mencontohkan sikap menjauhkan diri dari hal-hal yang melalaikan saat shalat. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, Nabi ﷺ pernah shalat dengan mengenakan kain yang bergambar, lalu bersabda: “Sesungguhnya gambar-gambar ini telah melalaikanku dalam shalat.” Setelah itu, beliau meminta agar kain tersebut diganti. Hadits ini menjadi dalil kuat bahwa gambar atau corak di hadapan orang shalat dapat mengganggu fokus dan sebaiknya dihindari.
Selain gambar, tulisan yang mencolok atau mengandung pesan duniawi juga berpotensi memecah konsentrasi. Pandangan mata dalam shalat dianjurkan tertuju ke tempat sujud, bukan ke sekeliling ruangan. Hal ini sejalan dengan tuntunan Nabi ﷺ yang menjaga pandangan agar tidak melayang. Para ulama menjelaskan bahwa segala sesuatu yang menarik perhatian, baik berupa hiasan, kaligrafi berlebihan, maupun tulisan, sebaiknya tidak berada di arah kiblat demi menjaga kekhusyukan ibadah.
Dengan demikian, menjauhi gambar dan tulisan di depan ketika shalat merupakan bagian dari adab dan upaya menjaga kualitas ibadah. Allah SWT berfirman: “Peliharalah semua shalatmu dan shalat wustha…” (QS. Al-Baqarah: 238). Menjaga shalat tidak hanya dari sisi gerakan dan bacaan, tetapi juga dari hal-hal yang dapat mengurangi kekhusyukan. Semakin sedikit gangguan, semakin besar peluang hati hadir sepenuhnya di hadapan Allah SWT.