
Ilustrasi bersyukur
Terasmuslim.com - Allah ﷻ adalah Dzat Yang Maha Kaya dan Maha Pemberi. Setiap nikmat yang diterima manusia—baik iman, kesehatan, rezeki, maupun kesempatan hidup diberikan tanpa pamrih dan tanpa membutuhkan balasan sedikit pun. Allah berfirman: “Wahai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15). Ayat ini menegaskan bahwa Allah memberi bukan karena membutuhkan makhluk, melainkan murni karena rahmat dan kasih sayang-Nya.
Dalam Al-Qur’an, Allah juga menegaskan bahwa karunia-Nya meliputi orang beriman maupun yang ingkar. “Kepada masing-masing, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.” (QS. Al-Isra: 20). Ini menunjukkan bahwa pemberian Allah tidak bergantung pada seberapa besar manusia taat, karena rezeki dunia adalah bentuk kasih sayang dan ujian bagi hamba-Nya.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya dan senantiasa memberi, bahkan sebelum diminta. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang pertama dan yang terakhir, manusia dan jin, semuanya meminta kepada-Ku, lalu Aku memberi masing-masing apa yang ia minta, hal itu tidak akan mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali seperti berkurangnya air laut jika dicelupkan jarum ke dalamnya.” (HR. Muslim). Hadits ini menggambarkan keluasan karunia Allah yang tidak pernah berkurang.
Kesadaran bahwa Allah memberi tanpa pamrih seharusnya menumbuhkan rasa syukur dan ketundukan dalam diri seorang Muslim. Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Syukur bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dengan ketaatan dan menggunakan nikmat sesuai dengan ridha-Nya. Dengan demikian, hidup seorang mukmin menjadi penuh makna karena senantiasa terhubung dengan Sang Maha Pemberi.
TAGS : Allah Maha Pemberi nikmat Allah karunia Allah