KEISLAMAN

Rasa Benci, Termasuk Nikmat Allah atau Bukan?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Kamis, 10/04/2025
Rasa benci bukanlah musuh utama, melainkan bagian dari emosi manusia yang bisa menjadi nikmat atau sebaliknya, tergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Ilustrasi (Foto: Tempo)

Terasmuslim.com - Rasa benci adalah salah satu emosi paling kuat yang dirasakan manusia. Namun, dalam pandangan Islam, muncul pertanyaan: apakah rasa benci termasuk nikmat dari Allah atau justru sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya?

Menurut para ulama, segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT di dunia ini memiliki hikmah, termasuk rasa benci. Rasa benci sendiri tidak secara otomatis menjadi sesuatu yang buruk, tergantung bagaimana dan kepada siapa perasaan itu diarahkan.

Dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman:

وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Baca juga :

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menunjukkan bahwa kebencian bisa hadir dalam diri manusia, namun tidak selalu mencerminkan sesuatu yang negatif jika diarahkan dengan benar dan disikapi dengan kebijaksanaan.

Ustaz Adi Hidayat dalam beberapa ceramahnya juga menegaskan, benci bisa menjadi bagian dari nikmat Allah jika muncul karena alasan yang benar misalnya, membenci kemungkaran, kezaliman, atau kedurhakaan. Hal ini bahkan dianjurkan sebagai bentuk ghirah atau kecemburuan dalam menjaga agama.

Namun, jika rasa benci timbul karena dengki, iri, atau keinginan membalas dendam tanpa alasan syar’i, maka itu adalah penyakit hati yang harus segera diobati.

Buya Yahya dalam salah satu pengajiannya menyampaikan, “Jangan terlalu cepat menolak rasa benci. Kadang benci itu ditanamkan Allah untuk menjauhkan kita dari keburukan. Tapi jika dibiarkan, benci bisa tumbuh menjadi benih permusuhan. Maka, kenalilah rasa itu dan kendalikan dengan iman.”

Dalam Islam, menjaga hati adalah kunci. Rasulullah SAW bersabda:

"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya; dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah, ia adalah hati."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Islam mengajarkan kita untuk mengelola rasa benci agar tidak berubah menjadi kedengkian, dan menjadikannya motivasi untuk menegakkan kebaikan.

TAGS : Rasa Benci Nikmat Allah SWT Rasulullah SAW

Terkini