KEISLAMAN

Akhlak Nabi Muhammad SAW terhadap Tetangga

Yahya Sukamdani| Minggu, 23/11/2025
Keteladanan Rasulullah dalam memperlakukan tetangga sebagai fondasi harmoninya masyarakat Islam. Ilustrasi bertetangga

Terasmuslim.com - Akhlak Nabi Muhammad ﷺ terhadap tetangga merupakan salah satu teladan paling luhur dalam Islam. Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada tetangga melalui firman-Nya: “Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim… dan tetangga dekat maupun tetangga jauh.” (QS. An-Nisa: 36). Ayat ini menunjukkan bahwa kedudukan tetangga sangat penting dalam Islam, karena mereka adalah pihak yang paling dekat dalam kehidupan sehari-hari dan membutuhkan interaksi penuh adab serta kebaikan.

Nabi Muhammad ﷺ menegaskan kemuliaan perlakuan kepada tetangga melalui banyak hadits. Dalam salah satu sabdanya, beliau bersabda: “Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga hingga aku mengira tetangga akan mendapatkan hak waris.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini memperlihatkan betapa besar perhatian Islam terhadap hubungan bertetangga, sampai-sampai Nabi menyangka hak tetangga akan disejajarkan dengan keluarga. Wasiat ini menunjukkan bahwa memperlakukan tetangga dengan baik bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban etika sosial bagi seorang Muslim.

Akhlak Nabi ﷺ tercermin dalam perilaku nyata beliau, seperti membantu kebutuhan tetangga, menjenguk tetangga yang sakit, hingga menahan diri dari perbuatan yang dapat mengganggu mereka. Nabi bersabda, “Demi Allah, tidak beriman seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari). Dengan sabda ini, Rasulullah mengaitkan kualitas iman seseorang dengan sikap baik terhadap tetangga. Artinya, akhlak terhadap tetangga bukan hanya urusan sosial, tetapi bagian dari indikator keimanan.

Keteladanan Rasulullah juga terlihat ketika beliau tidak membalas keburukan dari tetangga yang menyakitinya. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi tetap menjenguk seorang wanita Yahudi yang sering membuang kotoran di depan rumah beliau ketika wanita itu jatuh sakit. Sikap penuh kasih dan pemaaf ini memperlihatkan bahwa akhlak Nabi tidak dibangun atas dasar balas dendam, tetapi kasih sayang dan dakwah yang lembut. Inilah nilai besar yang diajarkan Islam: mencintai, membantu, dan menjaga tetangga sebagai bentuk akhlak mulia yang meneguhkan harmoni masyarakat.

Baca juga :
TAGS : akhlak Nabi tetangga dalam Islam akhlak sosial

Terkini