KEISLAMAN

Bahaya Keras Kepala dalam Debat

Yahya Sukamdani| Selasa, 28/10/2025
Debat tanpa kerendahan hati hanya menumbuhkan jarak, bukan kebenaran. ilustrasi foto perdebatan

Terasmuslim.com - Dalam Islam, sikap keras kepala dalam debat termasuk perilaku yang tidak terpuji karena dapat menutup pintu kebenaran. Al-Qur’an mengingatkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 206: “Dan apabila dikatakan kepadanya: ‘Bertakwalah kepada Allah,’ ia merasa bangga dengan dosanya. Maka cukuplah neraka Jahanam baginya, dan sungguh neraka itu seburuk-buruk tempat tinggal.” Ayat ini menggambarkan orang yang menolak nasihat dan bersikeras pada pendapatnya meski jelas salah. Sikap seperti ini bukan tanda kecerdasan, melainkan bentuk kesombongan yang menjauhkan seseorang dari petunjuk Allah.

Rasulullah ﷺ juga memperingatkan umatnya agar menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat. Beliau bersabda, “Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan debat walaupun ia benar.” (HR. Abu Dawud). Hadis ini menunjukkan bahwa meninggalkan perdebatan yang menimbulkan kebencian lebih utama daripada mempertahankan ego. Keras kepala dalam debat hanya menumbuhkan permusuhan dan mematikan keikhlasan dalam mencari kebenaran.

Selain berdampak pada hubungan sosial, keras kepala juga bisa menutup hati dari hidayah. Allah berfirman dalam Surah Al-Jatsiyah ayat 23: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya...” Orang yang keras kepala dalam debat biasanya lebih mengedepankan ego daripada kebenaran. Ia menjadikan hawa nafsu sebagai pedoman, bukan ilmu atau petunjuk wahyu.

Islam mengajarkan agar setiap perbedaan disikapi dengan hikmah dan kelembutan. Berdebat dengan niat mencari kebenaran diperbolehkan, tetapi mempertahankan kesalahan demi gengsi adalah tanda kesombongan.

Baca juga :
TAGS : keras kepala hawa nafsu nasihat Islam.

Terkini