
Ilustrasi - Mengamalkan sunnah sehari-hari tidak berarti menambah beban ibadah, tetapi memperindahnya (Foto: INSIDER)
Jakarta, Terasmuslim.com - Setiap hari merupakan kesempatan bagi seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan sunnah yang ringan namun penuh makna.
Amalan sunnah harian baik berupa ucapan, perbuatan, maupun ibadah tambahan merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW serta upaya untuk meneladani jejak kehidupannya.
Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW bukan sekadar mengenang beliau, tetapi juga meneruskan warisan akhlak dan ibadahnya dalam keseharian. Dalam sebuah hadits disebutkan:
مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي فَعُمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْقَصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ
“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Ibnu Majah no. 209; dinilai hasan oleh Al-Albani)
Amalan sunnah harian sejatinya sangat beragam, mulai dari hal kecil seperti tersenyum, memberi salam, hingga ibadah seperti shalat dhuha, tahajud, witir, membaca Al-Qur`an, berdzikir, dan memperbanyak istighfar.
Amalan-amalan sederhana ini bila dilakukan dengan ikhlas dan rutin dapat menumbuhkan kedekatan spiritual dengan Allah SWT serta melatih hati untuk senantiasa hadir dalam ketaatan.
Keutamaan amalan sunnah tidak hanya memperbanyak pahala, tetapi juga menjadi pelindung bagi kekurangan dalam amalan wajib. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang hamba muslim menunaikan shalat dua belas rakaat setiap hari secara sukarela selain shalat wajib, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Selain ibadah shalat, dzikir dan istighfar juga menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu; bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat-Ku).” (QS. Al-Baqarah: 152)
Melalui amalan sunnah harian, seorang muslim dapat menjaga kesucian jiwa dan kedamaian hati. Ia menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan dirinya sendiri.
Jalan ini disebut “lembut” karena tidak menuntut tenaga besar atau pengorbanan berat, namun memberikan hasil yang agung, yakni ridha Allah SWT.
Mengamalkan sunnah tidak berarti menambah beban ibadah, tetapi memperindahnya. Rasulullah SAW pun mengajarkan keseimbangan: amalan sedikit tetapi rutin lebih dicintai Allah daripada banyak tetapi terputus-putus.
Karena itu, istiqamah dalam amalan sunnah harian adalah kunci utama menuju keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.
TAGS : Info Keislaman Amalan sunnah Sehari-hari Rasulullah SAW