
Ilustrasi rapat shaf shalat
Terasmuslim.com - Shalat merupakan tiang agama dan ibadah pertama yang akan dihisab di akhirat. Allah ﷻ berfirman: “Dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar...” (QS. Al-Ankabut: 45). Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (HR. Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa tata cara shalat harus mengikuti tuntunan beliau secara benar dan sempurna.
Rasulullah ﷺ memulai shalat dengan takbiratul ihram sambil mengangkat tangan setinggi telinga, kemudian membaca doa iftitah, surat Al-Fatihah, dan surat pendek. Setelah itu beliau rukuk dengan tuma’ninah, i’tidal, sujud dengan meletakkan tujuh anggota tubuh, lalu duduk di antara dua sujud, dan kembali sujud. Semua gerakan dilakukan dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa. Shalat dilanjutkan dengan tahiyyat awal pada rakaat kedua, dan tahiyyat akhir di rakaat terakhir sebelum salam.
Kesempurnaan shalat sangat dijaga Rasulullah ﷺ, baik dalam bacaan maupun gerakannya. Beliau memperingatkan agar shalat tidak dilakukan secara terburu-buru, karena shalat yang tidak tuma’ninah dianggap tidak sah. Dengan mengikuti tata cara shalat sesuai sunnah, seorang Muslim bukan hanya melaksanakan kewajiban, tetapi juga meraih ketenangan jiwa dan kedekatan dengan Allah ﷻ.