
Ilustrasi foto orangtua bersedih
Terasmuslim.com - Nabi Ya’qub AS mengalami ujian batin luar biasa saat putra kesayangannya, Nabi Yusuf AS, dipisahkan oleh tipu daya saudara-saudaranya.
Al-Qur’an mengabadikan momen pilu ini dalam Surah Yusuf sebagai pelajaran tentang kedalaman cinta seorang ayah kepada buah hatinya.
Kesedihan yang mendalam membuat kedua mata beliau memutih karena tangis yang tak kunjung usai selama puluhan tahun lamanya.
Secara medis dan syariat, fenomena ini menunjukkan bahwa nabi pun manusia yang memiliki perasaan serta empati yang sangat halus.
Namun, di tengah duka yang menghujam, Nabi Ya’qub tidak pernah mengeluarkan kata-kata hujatan atau protes kepada ketetapan Allah SWT.
Beliau justru menegaskan prinsip Fashabrun Jamil, yakni kesabaran yang indah tanpa disertai keluh kesah kepada sesama manusia.
Sebagaimana firman-Nya, beliau hanya mengadu dan menyampaikan kesedihannya semata-mata kepada Allah Sang Maha Pengatur Segalanya.
Iman yang kokoh membuat beliau yakin bahwa Allah akan mengembalikan Yusuf kepadanya meskipun logika manusia berkata mustahil.
Para ulama menjelaskan bahwa tangisan Nabi Ya’qub bukanlah tanda ketidakridhaan, melainkan fitrah kasih sayang yang dirahmati Allah.
Rasulullah SAW juga pernah menangis saat putranya, Ibrahim, wafat sebagai bukti bahwa air mata adalah rahmat di dalam hati hamba-Nya.
Keyakinan Nabi Ya’qub akhirnya berbuah manis saat aroma pakaian Yusuf sampai ke hidungnya sebelum sang anak benar-benar datang.
Keajaiban terjadi ketika wajah beliau diusap dengan baju Yusuf, sehingga penglihatannya pulih kembali atas izin Allah yang Maha Kuasa.
Kisah ini mengajarkan bahwa duka sehebat apa pun tidak boleh memadamkan api harapan terhadap rahmat Allah yang amat luas.
Hubungan antara ayah dan anak dalam Islam dipandang sebagai ikatan suci yang mampu menggetarkan arsy melalui doa-doa tulus.
Kini, sejarah mencatat bahwa air mata Nabi Ya’qub adalah bukti nyata dari puncak kesabaran dan cinta hakiki kepada Sang Pencipta.
TAGS : Kisah Nabi Yaqub Nabi Yusuf Mukjizat Nabi