
Ilustrasi foto berdoa ketika umrah atau haji
Terasmuslim.com - Thawaf adalah salah satu rukun haji dan umrah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dimulai dari Hajar Aswad. Dalam pelaksanaannya, tidak ada doa khusus yang diwajibkan di setiap putaran, melainkan dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bersabda: “Thawaf di sekitar Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, serta melempar jumrah adalah untuk menegakkan zikir kepada Allah” (HR. Abu Dawud). Hal ini menunjukkan inti thawaf adalah mengingat Allah dengan hati yang khusyuk.
Salah satu doa yang dicontohkan adalah doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, yaitu: “Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-naar” (QS. Al-Baqarah: 201). Doa ini menjadi doa paling utama karena mencakup kebaikan dunia dan akhirat. Selain itu, jamaah juga dianjurkan memperbanyak istighfar, takbir, dan doa sesuai kebutuhan masing-masing, karena thawaf adalah momen mustajab untuk berdoa.
Selain doa tertentu, memperbanyak talbiyah, tahmid, dan shalawat kepada Nabi ﷺ juga sangat dianjurkan selama thawaf. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu; bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS. Al-Baqarah: 152). Dengan zikir dan doa yang tulus, thawaf tidak hanya menjadi ritual fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah.