KISAH

Kisah Nabi Yunus dan Hikmah di Balik Perut Ikan Nun

Yahya Sukamdani| Minggu, 24/05/2026
Pelajaran tentang ketauhidan dan kekuatan doa dari dalam samudra terdalam. Ilustrasi - kisah Nabi Yunus yang keluar dari perut Ikan (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Kisah Nabi Yunus AS bersama Ikan Nun merupakan salah satu narasi paling dramatis dalam sejarah para nabi yang sarat akan pesan tauhid dan kepasrahan total.

Perjalanan spiritual ini dimulai ketika Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya di Ninawa dengan perasaan masygul karena mereka terus-menerus menolak dakwah beliau.

Dalam pelariannya, beliau menaiki sebuah kapal yang kemudian dipenuhi muatan hingga terombang-ambing di tengah lautan yang sedang mengamuk hebat.

Melalui pengundian yang dilakukan sebanyak tiga kali demi menyelamatkan kapal, nama Nabi Yunus AS selalu keluar sebagai orang yang harus dikorbankan ke laut.

Baca juga :

Allah SWT kemudian memerintahkan seekor ikan besar, yang kerap diidentifikasi sebagai Ikan Nun atau paus, untuk menelan Nabi Yunus AS tanpa mematahkan tulangnya.

"Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela." (QS. As-Saffat: 142).

Di dalam tiga kegelapan yang pekat kegelapan malam, kegelapan laut dalam, dan kegelapan perut ikan, Nabi Yunus AS menyadari kekhilafannya.

Bukannya berputus asa, di tempat yang paling terisolasi di bumi itu beliau justru menggaungkan kalimat zikir dan pengakuan dosa yang sangat tulus.

Kalimat suci ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an sebagai doa pembebasan dari segala bentuk kesempitan hidup bagi setiap mukmin.

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87).

Zikir yang menggetarkan arasy tersebut membuat Allah SWT memerintahkan Ikan Nun untuk memuntahkan Nabi Yunus AS ke daratan yang tandus dalam keadaan sakit.

Kemukjizatan doa ini juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW sebagai doa paling mustajab yang tidak akan pernah ditolak bagi setiap muslim yang memanjatkannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan... Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa tersebut kecuali Allah akan mengabulkan doanya." (HR. Tirmidzi).

Para ulama menjelaskan bahwa Ikan Nun bukanlah alat penyiksa, melainkan sebuah madrasah dan kendaraan penyelamat yang Allah siapkan khusus untuk kekasih-Nya.

Melalui peristiwa ini, umat manusia diajarkan bahwa tidak ada tempat yang terlalu gelap dan tidak ada masalah yang terlalu besar bagi pertolongan Allah SWT.

Pada akhirnya, Ikan Nun menjadi saksi bisu bagaimana sebuah pengakuan dosa yang tulus mampu mengubah takdir kehancuran menjadi sebuah keselamatan yang agung.

TAGS : mukjizat ikan nun doa nabi hadis nabi

Terkini