
Ilustrasi - lima sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga meninggal dunia (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Setiap manusia pada akhirnya akan meninggalkan dunia. Ketika ajal tiba, seluruh amal perbuatan akan terputus.
Namun, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada beberapa amalan yang pahalanya tetap mengalir meski seseorang telah meninggal dunia. Salah satunya adalah sedekah jariyah.
Hal tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: "Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).
Sedekah jariyah merupakan amal yang manfaatnya terus dirasakan oleh orang lain dalam jangka panjang. Selama manfaat tersebut masih ada, pahala akan terus mengalir kepada orang yang mengerjakannya.
Membantu pembangunan masjid, musala, atau tempat ibadah termasuk sedekah jariyah yang paling utama. Tidak harus membangun seluruh bangunan, seseorang juga bisa menyumbangkan sebagian dana, material, sajadah, karpet, Al-Qur`an, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Selama masjid digunakan untuk salat, mengaji, atau kegiatan ibadah lainnya, pahala akan terus mengalir kepada orang yang ikut berkontribusi.
Air merupakan kebutuhan pokok setiap makhluk hidup. Karena itu, menyediakan sumur, saluran air, tandon, atau fasilitas air minum bagi masyarakat menjadi salah satu sedekah jariyah yang sangat dianjurkan.
Selama air tersebut dimanfaatkan untuk minum, memasak, berwudu, maupun kebutuhan lainnya, pahala akan terus dicatat sebagai amal kebaikan.
Mengajarkan ilmu agama, mendidik anak, menulis buku Islami, membuat materi dakwah, atau membagikan ilmu yang benar juga termasuk amal yang tidak terputus.
Semakin banyak orang mengamalkan ilmu tersebut, semakin besar pula pahala yang terus mengalir kepada orang yang mengajarkannya. Hal ini juga sejalan dengan hadis Nabi yang menyebutkan bahwa ilmu yang bermanfaat menjadi salah satu amal yang tetap mengalir setelah kematian.
Dalam Islam, menanam pohon juga bernilai sedekah apabila hasilnya memberikan manfaat bagi manusia maupun hewan.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ طَيْرٌ أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
Artinya: "Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu hasilnya dimakan manusia, burung, atau hewan, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena manfaatnya dapat berlangsung bertahun-tahun, menanam pohon menjadi salah satu bentuk sedekah jariyah yang sederhana tetapi bernilai besar.
Memberikan mushaf Al-Qur`an ke masjid, pesantren, sekolah, atau rumah tahfiz termasuk sedekah jariyah. Demikian pula dengan mewakafkan rak buku, perpustakaan, ruang belajar, atau fasilitas pendidikan lainnya.
Selama Al-Qur`an tersebut dibaca dan ilmu yang diperoleh terus diamalkan, pahala akan tetap mengalir kepada orang yang mewakafkannya.
TAGS : Info Keislaman Sedekah Jariyah Meninggal Dunia Hadis Nabi Muhammad