
Ilustrasi (Foto: Bincangsyariah)
Terasmuslim.com - Tak hanya di bulan Ramadhan, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa diluar bulan suci tersebut. Tentu, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan waktu-waktu yang tidak dilarang dalam Islam.
Islam melarang umatnya berpuasa pada hari-hari tertentu, seperti hari raya Idulfitri dan Iduladha, serta tiga hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Di luar hari-hari tersebut, umat Muslim bebas menunaikan puasa sunnah, termasuk puasa Ayyamul Bidh yang bisa dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriah.
Puasa Ayyamul Bidh dikenal sebagai puasa pada hari-hari di tengah bulan Qamariyah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Dalam sebuah hadits dari Abu Dawud, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada malam-malam yang cerah bulan purnama itu.
“Rasulullah SAW memerintahkan kami berpuasa pada hari-hari yang malamnya bercahaya, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 (bulan Hijriah).”
(HR. Abu Dawud)
Karena puasa ini tidak dilakukan pada bulan Ramadhan, maka umat Islam bisa mengamalkannya kapan saja di bulan Hijriah lainnya. Di bulan Syawal 1446 H, puasa Ayyamul Bidh dapat dikerjakan pada:
Seperti ibadah puasa pada umumnya, puasa Ayyamul Bidh juga diawali dengan niat yang tulus. Berikut lafal niatnya dalam bahasa Arab beserta artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Saya berniat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Niat ini bisa dilafalkan sejak malam hari hingga sebelum matahari tergelincir ke barat (zawal), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Puasa ini memiliki ganjaran yang sangat besar. Dalam hadits shahih riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa puasa Ayyamul Bidh sebanding dengan puasa sepanjang tahun.
“Berpuasa tiga hari dalam setiap bulan itu sama dengan berpuasa sepanjang tahun.”
(HR. Bukhari, No. 1979)
Hal ini karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Maka, tiga hari puasa setiap bulan dihitung seperti 30 hari atau satu bulan penuh, dan jika dilakukan setiap bulan, maka setara puasa setahun.
Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu bentuk ibadah ringan namun berdampak besar bagi spiritualitas seorang Muslim. Selain sebagai ladang pahala, puasa ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kedekatan kepada Allah SWT di luar bulan Ramadhan.
Dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar, siapa pun dapat menjalankan puasa Ayyamul Bidh dan meraih keberkahan serta keutamaannya.
TAGS : Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syawal Keutamaan