NEWS

Dai Indonesia Sebar Moderasi Islam di Jerman

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Selasa, 25/03/2025
Kementerian Agama (Kemenag) mengirimkan sejumlah dai ke luar negeri dalam program dakwah internasional, salah satunya ke Jerman.
 
  Dai utusan Kemenag berdakwah di Jerman (Foto: kemenag)

Terasmuslim.com - Kementerian Agama (Kemenag) mengirimkan sejumlah dai ke luar negeri dalam program dakwah internasional. Salah satu yang terpilih adalah Rahmat Taufik Sipahutar, pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2020. Ia dipercaya menjadi imam sekaligus pendakwah di Berlin, Jerman.

Rahmat secara resmi dilepas bersama dai lainnya pada 26 Februari 2025. Sebagai alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, ia bertugas membimbing komunitas Muslim di Jerman dengan pendekatan moderasi beragama yang relevan dengan lingkungan setempat.

“Ini adalah pengalaman dakwah yang sangat berharga. Saya berterima kasih kepada Kemenag atas kesempatan ini,” ujarnya, pada Senin (24/3).

Rahmat memiliki ketertarikan terhadap perkembangan Islam di negara-negara minoritas Muslim. Pengalamannya ini memperdalam pemahamannya tentang kondisi umat Islam di Eropa. Dengan dukungan Kemenag, ia aktif berdakwah di berbagai masjid dan komunitas Muslim, serta menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin.

Baca juga :

Sebagai imam, ia kerap mendapat pertanyaan mengenai kemampuan umat Islam di Indonesia dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan fasih. Rahmat mengamati bahwa Muslim di Jerman, baik diaspora maupun mualaf lokal, memiliki minat tinggi terhadap Islam.

Ia juga menjelaskan bahwa masjid di Jerman bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kegiatan sosial keislaman yang mencakup pendidikan, layanan zakat, hingga tempat berkumpul bagi mahasiswa Muslim.

Di Berlin, Rahmat aktif mengadakan berbagai program keagamaan, seperti pelatihan imam tarawih, kajian moderasi beragama, tahsin Al-Qur’an, serta tafsir klasik dan kontemporer. Menurutnya, keberagaman masyarakat di Eropa menuntut pola dakwah yang lebih diplomatis agar tercipta rasa saling menghormati.

“Sangat penting memahami perbedaan, bukan sekadar menuntut persatuan dalam masyarakat multikultural,” ujarnya.

Rahmat pun mengajak umat Islam di Indonesia untuk turut mendukung dakwah di negara-negara minoritas Muslim dengan doa dan dukungan moral. “Semakin baik citra Islam di Indonesia, semakin positif pula pandangan dunia terhadap Muslim Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, menyatakan bahwa program pengiriman dai ke luar negeri merupakan bagian dari implementasi tagline “Beragama Berdampak”. Program ini telah berjalan dua tahun berturut-turut dan bertujuan memberi ruang lebih luas bagi para juara MTQ dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) agar ilmunya bermanfaat secara langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin para juara MTQ memiliki kontribusi nyata, tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam penyebaran nilai-nilai Islam di tingkat global,” jelasnya.

Zayadi menambahkan bahwa para dai yang dikirim tidak hanya bertugas berdakwah, tetapi juga membawa wajah Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

“Mereka menjadi representasi Islam di Indonesia. Melalui program ini, kami berharap mereka bisa menyampaikan pesan keislaman yang damai dan inklusif kepada masyarakat dunia,” pungkasnya.

 

 

TAGS : Kemenag Dai Jerman moderasi beragama

Terkini