
Ilustrasi (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Bulan Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai bulan diwajibkannya puasa, Ramadan juga memiliki makna istimewa karena di bulan inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT. Peristiwa ini menjadi awal dari risalah kenabian yang mengubah sejarah dunia.
Nabi Muhammad SAW sering menyendiri di Gua Hira, sebuah gua kecil di Jabal Nur, sekitar 6 km dari Kota Makkah. Dalam kesendiriannya, beliau banyak merenung dan mencari kebenaran di tengah masyarakat Quraisy yang saat itu masih tenggelam dalam kejahiliyahan.
Pada suatu malam di bulan Ramadan, tepatnya pada 17 Ramadan tahun 610 Masehi, Nabi Muhammad SAW yang berusia 40 tahun mengalami peristiwa luar biasa. Malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat dari Surah Al-‘Alaq:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
Ketika menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW merasa terkejut dan ketakutan. Beliau segera bergegas pulang ke rumah dengan tubuh gemetar. Sesampainya di rumah, beliau meminta istrinya, Khadijah binti Khuwailid, untuk menyelimutinya sambil berkata, "Zammiluni, zammiluni" (Selimuti aku, selimuti aku).
Melihat keadaan suaminya, Khadijah pun menenangkan dan menghiburnya. Ia meyakinkan bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan Muhammad, karena beliau adalah orang yang jujur, baik hati, dan selalu membantu orang lain.
Untuk memastikan apa yang dialami Nabi Muhammad SAW, Khadijah kemudian mengajak beliau menemui Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani yang juga kerabatnya. Setelah mendengar kisah Nabi, Waraqah langsung membenarkan bahwa itu adalah wahyu dari Allah SWT yang dibawa oleh Jibril, seperti yang pernah diterima oleh nabi-nabi sebelumnya.
Waraqah juga menyampaikan bahwa suatu saat nanti Nabi Muhammad SAW akan menghadapi banyak tantangan dan ditentang oleh kaumnya. Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW mulai menyadari bahwa dirinya telah dipilih Allah SWT sebagai Rasul terakhir yang membawa ajaran Islam.
Setelah menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW tidak serta-merta langsung berdakwah secara terbuka. Beliau menerima wahyu berikutnya setelah beberapa waktu, dan barulah dakwah Islam dimulai secara perlahan kepada orang-orang terdekatnya.
Peristiwa turunnya wahyu pertama ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Dari sinilah Islam mulai menyebar, hingga akhirnya membawa perubahan besar bagi peradaban dunia.