KEISLAMAN

Bahaya Ekstremisme, Hukum Islam Terhadap Golongan yang Mengkafirkan Sahabat Nabi

Yahya Sukamdani| Rabu, 22/04/2026
Mencela sahabat Nabi adalah ancaman serius bagi keutuhan akidah umat. Ilustrasi sahabat dan julukannya

Terasmuslim.com - Para sahabat Nabi Muhammad SAW merupakan generasi terbaik yang telah dipilih langsung oleh Allah SWT untuk mendampingi risalah kenabian.

Namun, sejarah mencatat munculnya kelompok ekstrem yang dengan berani melontarkan tuduhan kafir kepada para pejuang Islam terdahulu.

Tindakan mengkafirkan sahabat (takfir) adalah penyimpangan akidah yang sangat berbahaya karena meragukan integritas penyampai syariat Islam.

Allah SWT telah menyatakan keridaan-Nya kepada para sahabat dalam Al-Qur`an, sebagaimana termaktub dalam Surat At-Taubah ayat 100.

Baca juga :

Ayat tersebut berbunyi: "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) ... Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah."

Jika Allah telah menyatakan rida-Nya, maka siapa pun yang membenci atau mengkafirkan mereka berarti telah menentang ketetapan Sang Khaliq.

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras melalui sabdanya: "Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku!" (HR. Bukhari & Muslim).

Beliau menegaskan bahwa pahala sedekah emas sebesar Gunung Uhud sekalipun tidak akan bisa menandingi kemuliaan satu mud infak para sahabat.

Golongan yang mengkafirkan sahabat biasanya terjerumus dalam fanatisme buta dan kebencian politis yang telah terdistorsi oleh sejarah yang keliru.

Mencela sahabat seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman berarti merusak pilar-pilar sejarah yang membawa Islam hingga ke telinga kita hari ini.

Para ulama sepakat bahwa mencintai sahabat adalah bagian dari iman, sedangkan membenci mereka adalah tanda kemunafikan yang nyata.

Imam Malik bahkan menegaskan bahwa mereka yang menyimpan kebencian di hati terhadap sahabat Nabi telah kehilangan hak atas kemuliaan Islam.

Sikap takfiri semacam ini hanya akan memecah belah persatuan umat dan menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai toleransi yang diajarkan Nabi.

Kita harus membentengi generasi muda dari pemikiran radikal yang mencoba meruntuhkan kehormatan para pahlawan Islam di masa lalu.

Semoga kita senantiasa termasuk golongan yang mencintai para sahabat dan mengikuti jejak kesalehan mereka hingga akhir hayat nanti.

TAGS : Nabi Muhammad SAW Sahabat Nabi

Terkini