• KEISLAMAN

Mengenal Agama Selain Islam Menurut Pandangan Al-Quran

Yahya Sukamdani | Rabu, 30/09/2026
Mengenal Agama Selain Islam Menurut Pandangan Al-Quran Ilustrasi foto akidah Islam

Terasmuslim.com - Al-Qur’an secara gamblang memetakan keberadaan berbagai kepercayaan selain Islam di muka bumi.

Keberadaan ragam keyakinan ini menjadi pelajaran berharga bagi umat Muslim dalam memahami peta akidah.

Dalam Surah Al-Hajj ayat 17, Allah menyebutkan kelompok Yahudi, Sabi`in, Nasrani, Majusi, hingga musyrikin secara eksplisit.

Agama Yahudi atau kaum Ahli Kitab pertama yang disorot merupakan penganut ajaran Nabi Musa Alaihissalam yang mengalami pergeseran.

Selanjutnya, kelompok Nasrani dirujuk sebagai pengikut ajaran Nabi Isa Alaihissalam yang juga dikategorikan sebagai Ahli Kitab.

Kelompok Sabi`in digambarkan oleh para mufassir sebagai penganut tauhid masa lalu atau penyembah malaikat dan bintang.

Sementara itu, penganut Majusi merujuk pada kelompok yang menyembah api serta mengagungkan dualisme kekuatan alam.

Al-Qur`an juga menegaskan keberadaan kelompok musyrikin yang menyekutukan Allah dengan berhala maupun makhluk ciptaan-Nya.

Penegasan posisi ajaran Islam terhadap keyakinan lain disampaikan tegas dalam Surah Ali `Imran ayat 85.

Allah Ta`ala berfirman: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali `Imran: 85).

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya memegang teguh tauhid murni di tengah keberagaman keyakinan manusia.

Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah mendengar tentangku seseorang dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman kepada apa yang aku diutus dengannya, melainkan ia termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim no. 153).

Meski akidah Islam bersifat mutlak, Al-Qur’an tetap mengajarkan prinsip toleransi beragama tanpa mengorbankan keyakinan.

Hal tersebut termaktub jelas dalam Surah Al-Kafirun ayat 6: “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

Melalui pemahaman ayat-ayat ini, umat Islam dianjurkan bersikap bijak, memperkuat literasi agama, serta berdakwah dengan hikmah.