Ilustrasi foto pamer barang-barang mewah
Terasmuslim.com - Fenomena flexing atau pamer kemewahan di media sosial kini menjadi tren mengkhawatirkan yang mengikis nilai kesederhanaan umat.
Perilaku mempertontonkan harta secara berlebihan sejatinya mendekatkan seseorang pada sifat israf atau berlebih-lebihan yang dilarang tegas dalam ajaran Islam.
Allah SWT melarang keras hamba-Nya bersikap boros dan menghamburkan harta demi pujian manusia sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an.
Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Isra` ayat 26-27 yang berbunyi, "Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan".
Secara psikologis dan spiritual, flexing sangat erat kaitannya dengan penyakit hati bernama riya` atau pamer amal dan kelebihan demi pengakuan publik.
Rasulullah SAW telah mengingatkan bahaya sifat ini dalam sebuah hadis sahih: "Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil," para sahabat bertanya, "Apakah syirik kecil itu?" Beliau menjawab, "Riya`" (HR. Ahmad).
Sifat pamer juga menjadi pintu masuk menuju kesombongan (takabbur) yang dapat menghapuskan keberkahan atas nikmat yang dimiliki.
Padahal, Rasulullah SAW memberikan ancaman serius bagi siapa saja yang menyimpan kesombongan di dalam hatinya melalui sabdanya.
Beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji zarrah" (HR. Muslim).
Dalam Al-Qur`an, Allah SWT juga mengingatkan agar manusia tidak berjalan di muka bumi dengan sikap angkuh dan membanggakan diri.
Peringatan tersebut tertuang dalam Surah Luqman ayat 18: "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri".
Sejarah Islam mengabadikan kisah Qarun dalam Surah Al-Qashash sebagai ikhtibar nyata betapa kehancuran menanti orang yang gemar memamerkan kemewahan.
Selain merusak niat diri sendiri, kebiasaan flexing berpotensi memicu rasa iri hati, dengki, hingga penyakit ain bagi orang lain yang menyaksikannya.
Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya mengedepankan sikap tawadhu` (rendah hati) serta menjaga pandangan dan jemarinya dari dorongan pamer di ruang digital.
Mari jadikan media sosial sebagai sarana menebar kebaikan dan rasa syukur yang otentik, bukan panggung untuk mengejar tepuk tangan duniawi yang fana.