• KEISLAMAN

Bahaya Tipu Daya Setan Membuat Hal Milik Sendiri Biasa

Yahya Sukamdani | Sabtu, 05/09/2026
Bahaya Tipu Daya Setan Membuat Hal Milik Sendiri Biasa Ilustrasi bisikan setan

Terasmuslim.com - Sifat manusia yang kerap merasa bahwa nikmat orang lain terlihat lebih indah merupakan bentuk bisikan dan tipu daya setan.

Fenomena "rumput tetangga terlihat lebih hijau" kerap membuat seseorang memandang remeh apa yang sudah menjadi milik dan rezekinya sendiri.

Setan secara terencana memperindah pandangan manusia terhadap hal-hal yang belum atau tidak boleh ia miliki demi memicu rasa ketidakpuasan.

Dalam urusan asmara dan rumah tangga, godaan penglihatan ini sering kali menjadi pintu utama perusakan keharmonisan keluarga.

Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan bahaya godaan pandangan ini melalui sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Imam Ahmad.

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, maka apabila ia keluar, setan akan menjadikannya tampak indah (istasyrafaha)."

Hadis tersebut menjelaskan bagaimana setan bekerja menghiasi sosok wanita di luar rumah agar terlihat sangat memikat di mata laki-laki lain.

Namun, ketika sesuatu yang dahulunya begitu diidamkan akhirnya berhasil dimiliki secara sah, pesonanya mendadak terasa biasa saja.

Hal ini terjadi karena setan tidak lagi berkepentingan menghiasi sesuatu yang sudah halal dan dimiliki oleh hamba tersebut.

Fokus setan akan berpindah untuk mencari celah baru agar manusia tersebut enggan bersyukur dan terus memburu kenikmatan lain yang belum digenggamnya.

Al-Qur`an telah mengingatkan bahaya memperturutkan hawa nafsu yang tidak pernah puas ini dalam Surah Taha ayat 131.

Allah SWT berfirman: "Dan janganlah engkau tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan harta itu."

Sikap selalu membandingkan nikmat sendiri dengan milik orang lain hanya akan melahirkan kekufuran atas rezeki yang telah Allah karuniakan.

Rasulullah SAW memberikan penawar atas penyakit hati ini dalam hadis riwayat Muslim untuk senantiasa melihat orang yang berada di bawah kita dalam urusan dunia.

Melatih diri untuk senantiasa bersyukur dan menundukkan pandangan merupakan kunci utama agar hati senantiasa tenang dan bahagia dengan apa yang dimiliki.