• KEISLAMAN

Cara Mengatasi Penyakit Syubhat Syahwat Penurun Iman

Yahya Sukamdani | Senin, 31/08/2026
Cara Mengatasi Penyakit Syubhat Syahwat Penurun Iman Ilustrasi shalat taubat

Terasmusdlim.com - Keimanan seseorang pada hakikatnya bersifat dinamis yang dapat mengalami peningkatan maupun penurunan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa iman itu dapat usang di dalam dada sebagaimana pakaian yang bisa menjadi lusuh.

Fenomena melemahnya iman sering kali disebabkan oleh masuknya penyakit syubhat dan syahwat ke dalam hati manusia.

Penyakit syubhat menyerang akal sehingga menimbulkan keraguan terhadap kebenaran ajaran agama Islam.

Allah SWT mengingatkan keberadaan penyakit dalam hati ini melalui firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 10.

Sementara itu, penyakit syahwat merusak kehendak dan mendorong seseorang untuk menuruti hawa nafsu maksiat.

Keinginan memperturutkan nafsu buruk tersebut telah dijelaskan dalam firman Allah SWT pada Surah Yusuf ayat 53.

Kombinasi antara keraguan pemikiran dan godaan maksiat akan mengikis kelezatan ibadah secara perlahan namun pasti.

Hati yang terus-menerus terpapar maksiat akan tertutup oleh noda hitam hingga menjadi keras dan membeku.

Rasulullah SAW mengingatkan bahaya noda hitam akibat dosa tersebut dalam hadis riwayat Tirmidzi nomor 3334.

Langkah utama untuk mengobati kerusakan hati akibat kedua penyakit ini adalah dengan bersegera melakukan taubat nasuha.

Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaubat secara murni sebagaimana tercantum dalam Surah At-Tahrim ayat 8.

Taubat yang sungguh-sungguh akan menghapuskan dosa-dosa masa lalu serta membersihkan kembali cermin keimanan di dalam dada.

Selain bertaubat, pembentengan diri dengan ilmu syar`i dan amal saleh sangat diperlukan agar iman kembali menguat.

Mari senantiasa memperbarui keimanan dan memohon ketetapan hati kepada Allah SWT di setiap helatan doa kita.