Ilustrasi lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Terasmuslim.com - Abu Dzar Al-Ghifari RA merupakan salah satu sahabat utama yang menerima nasihat kehidupan sangat mendalam langsung dari Rasulullah SAW.
Nasihat agung tersebut merangkum tujuh wasiat penting yang menjadi panduan moral dan spiritual bagi setiap Muslim hingga hari ini.
Kisah wasiat ini diriwayatkan secara shahih oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya dari jalur sahabat Abu Dzar Al-Ghifari RA.
Dalam hadist tersebut, Abu Dzar berkata: "Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tujuh perkara mulia."
Wasiat pertama adalah perintah untuk mencintai orang-orang miskin dan senantiasa dekat dengan kehidupan mereka.
Wasiat kedua mengajarkan kita untuk selalu melihat orang yang berada di bawah kita dalam urusan duniawi agar senantiasa bersyukur.
Prinsip ini sejalan dengan sabda Nabi SAW dalam HR. Muslim: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang ada di atasmu."
Wasiat ketiga menegaskan pentingnya menyambung tali silaturahmi meskipun pihak keluarga atau kerabat memperlakukannya dengan buruk.
Wasiat keempat mendorong setiap Muslim untuk tidak meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain demi menjaga kehormatan diri.
Wasiat kelima menggembleng keberanian moral untuk tetap menyuarakan kebenaran meskipun terasa sangat pahit dan berat.
Rasulullah SAW bersabda dalam potongan hadist tersebut: "Katakanlah yang benar walaupun itu terasa pahit."
Wasiat keenam mengingatkan agar kita tidak takut terhadap celaan para pencela selama berada di jalan Allah SWT.
Hal ini selaras dengan sifat hamba yang dicintai Allah dalam Surah Al-Ma`idah ayat 54: "Mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela."
Wasiat ketujuh memperbanyak ucapan "Lā haula wa lā quwwata illā billāh" karena kalimat tersebut merupakan simpanan harta di bawah `Arsy Allah SWT.
Dengan mengamalkan ketujuh wasiat ini, seorang hamba akan memiliki jiwa yang kokoh, mulia, dan senantiasa bergantung hanya kepada-Nya.