Ilustrasi foto Adzan
Terasmuslim.com - Mendengarkan panggilan azan adalah momen sakral yang membuka pintu keberkahan luar biasa bagi setiap Muslim yang menyimaknya.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mengikuti kalimat yang diucapkan muazin sebagai bentuk penghormatan terhadap seruan tauhid.
Menjawab azan bukan sekadar rutinitas, melainkan jembatan untuk mendapatkan syafaat dari sang kekasih Allah di hari kiamat kelak.
Dalam hadist riwayat Muslim, Nabi berpesan agar kita mengucapkan apa yang diucapkan muazin kecuali pada kalimat hayya `alash shalah.
Setelah muazin selesai mengumandangkan azan, kita dianjurkan untuk bershalawat kepada Baginda Rasulullah SAW secara perlahan.
Seseorang yang bershalawat satu kali kepada Nabi, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali sebagai balasan.
Langkah berikutnya yang sangat utama adalah membaca doa wasilah yang merupakan kedudukan tertinggi di surga bagi hamba Allah.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca doa setelah azan, maka halal baginya syafaatku pada hari kiamat." (HR. Bukhari).
Doa tersebut dimulai dengan memuji Allah sebagai pemilik seruan yang sempurna dan shalat yang akan terus didirikan.
Kita memohon kepada Allah agar memberikan al-wasilah dan keutamaan kepada Nabi Muhammad serta membangkitkan beliau di tempat yang terpuji.
Tempat terpuji atau maqaman mahmuda adalah janji Allah yang tertulis dalam Al-Qur`an Surah Al-Isra ayat 79 bagi hamba yang taat.
"...Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (Maqaman Mahmuda)." (QS. Al-Isra: 79).
Zikir dan doa di antara azan dan iqamah juga merupakan waktu yang paling mustajab untuk memohon segala hajat dunia dan akhirat.
Islam menekankan bahwa amalan ringan ini memiliki bobot pahala yang mampu menyelamatkan seorang mukmin dari huru-hara padang mahsyar.
Mari kita dawamkan amalan ini setiap kali mendengar azan agar kelak kita termasuk dalam golongan yang beruntung mendapatkan syafaatnya.