Ilustrasi tawakal
Terasmuslim.com - Martabat seorang hamba tidak ditentukan oleh tingginya jabatan atau melimpahnya harta yang dimiliki di dunia.
Ketinggian derajat manusia sesungguhnya berpijak pada seberapa besar ia menyandarkan harapan dan urusannya hanya kepada Allah SWT.
Dalam pandangan syariat, ketergantungan mutlak kepada makhluk hanya akan mendatangkan kekecewaan dan kerendahan martabat di mata manusia.
Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa kemuliaan itu hanyalah milik Allah, milik Rasul-Nya, dan milik orang-orang mukmin.
Tawakal merupakan manifestasi tertinggi dari iman yang menempatkan Allah sebagai satu-satunya penentu hasil atas setiap ikhtiar.
Rasulullah SAW bersabda bahwa seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberi rezeki sebagaimana burung.
Burung pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang karena mengandalkan Sang Pencipta.
Seorang Muslim yang mengandalkan Allah akan memiliki izzah atau harga diri yang kuat sehingga tidak mudah tunduk pada kebatilan.
Sikap bergantung kepada Allah menjauhkan seseorang dari sifat menghamba kepada sesama manusia demi mengejar keuntungan duniawi yang fana.
Dasar syariat ini mengajarkan kita untuk selalu mengucapkan "Hasbunallah wanikmal wakil" sebagai pengakuan atas kecukupan perlindungan-Nya.
Ayat tersebut menjadi perisai bagi batin agar tetap tenang meski badai ujian datang silih berganti menghantam kehidupan.
Ketika kita merasa rendah dan tidak berdaya, itulah saatnya martabat kita diangkat melalui sujud dan doa yang tulus kepada-Nya.
Islam memandang bahwa orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertaqwa dan paling berserah diri.
Janganlah membiarkan hati tertambat pada kekuatan diri sendiri atau bantuan orang lain karena semua itu bersifat terbatas dan lemah.
Dengan menjadikan Allah sebagai sandaran utama, maka martabat kita akan terjaga baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.