• KEISLAMAN

Meneguk Nikmat Kopi, Tinjauan Syariat dan Manfaat Spiritual

Yahya Sukamdani | Kamis, 09/04/2026
Meneguk Nikmat Kopi, Tinjauan Syariat dan Manfaat Spiritual Ilustrasi foto manfaat kopi

Terasmuslim.com - Kopi dalam pandangan syariat Islam hukum asalnya adalah mubah atau diperbolehkan karena termasuk dalam kategori makanan dan minuman yang suci. Kaidah ushul fikih menyatakan bahwa segala sesuatu pada dasarnya halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya secara jelas. Selama tidak mengandung zat yang memabukkan atau membahayakan tubuh, kopi tetap menjadi nikmat Allah yang boleh disyukuri.

Sejarah mencatat bahwa para ulama sufi di Yaman menggunakan kopi sebagai sarana untuk membantu mereka terjaga saat melakukan qiyamul lail. Mereka menemukan bahwa kafein dalam kopi dapat mengusir rasa kantuk sehingga zikir dan tadabbur Al-Qur`an menjadi lebih fokus. Dalam konteks ini, meminum kopi bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk memperkuat raga dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Al-Qur`an dalam Surah Al-A`raf mengingatkan manusia untuk makan dan minum dari rezeki yang baik namun tidak melampaui batas. Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan, termasuk kopi, dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan yang dilarang oleh agama. Syariat sangat menekankan prinsip keseimbangan agar tubuh yang merupakan amanah dari-Nya tetap terjaga dengan fungsi yang optimal.

Rasulullah SAW bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah dalam segala aspek. Jika kopi dikonsumsi dengan takaran yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan semangat kerja, maka hal itu sejalan dengan semangat mencari karunia-Nya. Islam mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang aktif dan bertenaga dalam menebar manfaat bagi sesama di muka bumi.

Para fuqaha bersepakat bahwa hukum mubah pada kopi bisa berubah menjadi sunnah jika menjadi perantara untuk melakukan hal-hal yang diperintahkan. Namun, hukum tersebut juga bisa menjadi makruh atau haram jika menyebabkan gangguan kesehatan yang nyata bagi individu tertentu. Ketajaman akal dan kesehatan fisik adalah modal utama bagi seorang Muslim untuk menjalankan misi kekhalifahan dengan sempurna.

Mari kita jadikan setiap tegukan kopi sebagai pengingat akan kebesaran Allah yang telah menumbuhkan tanaman penuh khasiat ini. Budaya minum kopi di lingkungan Muslim hendaknya dibarengi dengan adab-adab Islami dan pembicaraan yang penuh hikmah. Semoga energi yang dihasilkan dari segelas kopi mampu menggerakkan langkah kita menuju pintu-pintu kebaikan dan keberkahan hidup.