• KEISLAMAN

Adab Puasa Syawal Saat Kedatangan Tamu

Yahya Sukamdani | Senin, 30/03/2026
Adab Puasa Syawal Saat Kedatangan Tamu Ilustrasi foto Muslimah menunggu waktu berbuka puasa

Terasmuslim.com - Puasa Syawal termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan setelah Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa enam hari di bulan Syawal seperti puasa setahun penuh. Namun, karena sifatnya sunnah, terdapat kelonggaran dalam pelaksanaannya sesuai kondisi.

Ketika seseorang sedang menjalankan puasa sunnah, lalu datang tamu, Islam memberikan tuntunan yang bijak. Memuliakan tamu merupakan kewajiban akhlak yang sangat ditekankan dalam syariat. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam kondisi tersebut, seseorang memiliki pilihan untuk melanjutkan puasa atau membatalkannya. Hal ini berdasarkan hadits bahwa orang yang berpuasa sunnah adalah “pemimpin bagi dirinya sendiri”. Artinya, ia boleh meneruskan atau membatalkan puasanya tanpa dosa.

Jika tamu yang datang perlu dilayani secara khusus, seperti makan bersama, maka berbuka bisa menjadi pilihan utama. Ini karena menjaga ukhuwah dan memuliakan tamu memiliki nilai ibadah yang besar. Bahkan, dalam kondisi tertentu, hal ini lebih diutamakan daripada melanjutkan puasa sunnah.

Namun, jika tamu tersebut memahami kondisi tuan rumah yang sedang berpuasa, maka melanjutkan puasa tetap dianjurkan. Tuan rumah tetap bisa melayani dengan baik tanpa harus membatalkan puasanya. Sikap ini menunjukkan keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan adab sosial kepada manusia.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar umat Islam bertakwa sesuai kemampuan. Prinsip ini menjadi dasar fleksibilitas dalam ibadah sunnah, termasuk puasa Syawal. Syariat Islam tidak memberatkan, melainkan memberikan kemudahan dan kelapangan.

Kesimpulannya, jika sedang puasa Syawal lalu ada tamu, pilihannya kembali kepada kondisi dan maslahat. Jika berbuka lebih membawa kebaikan, maka itu dibolehkan dan tidak berdosa. Namun jika tetap berpuasa tidak mengganggu adab kepada tamu, maka itu juga merupakan pilihan yang baik.

TERKINI