• KEISLAMAN

Pelit Adalah Penyakit Jiwa

Yahya Sukamdani | Minggu, 15/03/2026
Pelit Adalah Penyakit Jiwa Ilustrasi foto kikir

Terasmuslim.com - Pelit atau bakhil bukan sekadar sikap tidak suka memberi, tetapi merupakan penyakit jiwa yang berbahaya bagi kehidupan seorang muslim. Dalam pandangan Islam, sifat pelit mencerminkan lemahnya keimanan dan sempitnya hati terhadap nikmat yang Allah berikan. Orang yang pelit sering merasa takut hartanya berkurang jika dibagikan kepada orang lain, padahal dalam ajaran Islam justru memberi adalah jalan untuk mendatangkan keberkahan.

Allah SWT telah memperingatkan manusia tentang bahaya sifat bakhil dalam Al-Qur’an. Dalam Surah An-Nisa ayat 37, Allah mencela orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir pula. Ayat ini menunjukkan bahwa sifat pelit bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga dapat mempengaruhi orang lain untuk menjauh dari kebaikan. Karena itu, Islam memandang sifat ini sebagai penyakit hati yang harus segera disembuhkan.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap sifat kikir. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Nabi SAW bersabda bahwa seseorang tidak akan berkumpul antara iman yang sempurna dengan sifat bakhil. Hadits ini menegaskan bahwa pelit adalah sifat tercela yang bertentangan dengan nilai keimanan, karena iman sejati melahirkan kepedulian, kemurahan hati, dan semangat berbagi kepada sesama.

Sifat pelit juga sering muncul dari penyakit hati lain seperti cinta dunia yang berlebihan dan kurangnya rasa tawakal kepada Allah. Ketika seseorang terlalu mencintai harta, ia akan merasa takut kehilangan dan enggan menafkahkannya di jalan kebaikan. Padahal Allah telah menjanjikan bahwa setiap harta yang dikeluarkan di jalan-Nya tidak akan mengurangi kekayaan, bahkan akan diganti dengan pahala dan keberkahan yang jauh lebih besar.

Sebaliknya, Islam sangat mendorong umatnya untuk memiliki sifat dermawan. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadits yang memuji orang-orang yang gemar bersedekah dan menafkahkan hartanya di jalan Allah. Orang yang dermawan tidak hanya mendapatkan pahala di akhirat, tetapi juga merasakan ketenangan hati dan kebahagiaan dalam hidupnya di dunia.

Oleh karena itu, setiap muslim perlu berusaha membersihkan hatinya dari penyakit pelit dengan memperbanyak sedekah, zakat, dan berbagi kepada sesama. Dengan melatih diri untuk memberi, hati akan menjadi lebih lapang dan iman semakin kuat. Sebab pada hakikatnya, harta hanyalah titipan Allah, dan kemuliaan seorang hamba bukan diukur dari seberapa banyak yang ia simpan, tetapi dari seberapa banyak yang ia berikan di jalan kebaikan.