Ilustrasi foto malam Lailatul Qadar
Terasmuslim.com - Malam yang lebih baik dari delapan puluh tahun adalah malam Lailatul Qadar, malam agung yang Allah anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan. Keistimewaan malam ini disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3 bahwa “Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.” Seribu bulan setara dengan lebih dari delapan puluh tiga tahun, sebuah usia yang bahkan lebih panjang dari rata-rata umur manusia. Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki nilai yang sangat luar biasa di sisi Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan tersebut merupakan bentuk rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Umur umat ini relatif lebih pendek dibanding umat-umat terdahulu, namun Allah memberikan kesempatan meraih pahala yang sangat besar dalam waktu yang singkat. Dalam satu malam saja, seorang hamba dapat memperoleh pahala seolah-olah ia beribadah selama puluhan tahun tanpa henti.
Keutamaan Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda bahwa “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadis ini menunjukkan bahwa malam tersebut bukan hanya penuh pahala, tetapi juga menjadi kesempatan besar bagi seorang muslim untuk mendapatkan ampunan Allah.
Al-Qur’an juga menggambarkan suasana malam Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh keberkahan dan kedamaian. Dalam Surah Al-Qadr disebutkan bahwa para malaikat turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan. Malam itu dipenuhi rahmat, keberkahan, dan ketenangan hingga terbitnya fajar. Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadhan.
Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan yang luar biasa dalam mencari Lailatul Qadar. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, bahkan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan mendapatkan malam yang lebih baik dari delapan puluh tahun tersebut tidak boleh disia-siakan.
Karena itu, setiap muslim hendaknya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan memohon ampun kepada Allah. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa usaha maksimal untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Sebab boleh jadi satu malam itulah yang menjadi sebab keselamatan seorang hamba di dunia dan akhirat.