• KEISLAMAN

Benarkah Lailatul Qadar Hanya di Malam Ganjil?

Yahya Sukamdani | Kamis, 12/03/2026
Benarkah Lailatul Qadar Hanya di Malam Ganjil? Ilustrasi foto Malam Lailatul Qadar, Saatnya Jalin Hubungan Lebih Dekat dan Erat dengan Allah SWT (FOTO: DAILY SABAH)

Terasmuslim.com - Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dalam bulan Ramadan. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an pada Surah Al-Qadr ayat 3. Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan rahmat dari Allah. Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa Lailatul Qadar pasti terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Pendapat ini berasal dari hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh sahabat Aisyah binti Abu Bakar, bahwa Rasulullah SAW bersabda agar umat Islam mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Hadis ini menjadi dasar kuat bagi banyak kaum Muslimin untuk lebih fokus beribadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

Namun para ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut tidak berarti membatasi Lailatul Qadar hanya pada malam ganjil saja. Dalam beberapa riwayat lain, Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir secara umum. Artinya, kemungkinan Lailatul Qadar juga dapat terjadi pada malam genap tergantung pada perhitungan awal Ramadan di suatu tempat atau cara menghitung malam terakhir dalam kalender hijriah.

Beberapa ulama besar seperti Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam kitabnya bahwa perbedaan cara menghitung hari dapat menyebabkan malam ganjil di satu tempat menjadi malam genap di tempat lain. Oleh karena itu, hikmah dari tidak ditentukannya secara pasti waktu Lailatul Qadar adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya pada malam tertentu saja.

Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah secara maksimal pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam hadis riwayat sahih disebutkan bahwa beliau menghidupkan malam-malam tersebut dengan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Bahkan beliau juga membangunkan keluarganya agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.

Dengan demikian, umat Islam tidak seharusnya hanya menunggu malam ganjil untuk beribadah. Justru sepuluh malam terakhir Ramadan harus dimanfaatkan secara penuh karena Lailatul Qadar bisa terjadi kapan saja di dalam rentang waktu tersebut. Kesungguhan dalam beribadah sepanjang malam-malam itu menjadi cara terbaik untuk meraih kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.