• KEISLAMAN

Semua Orang Berpuasa Namun Nilai Amal Bisa Berbeda

Yahya Sukamdani | Jum'at, 06/03/2026
Semua Orang Berpuasa Namun Nilai Amal Bisa Berbeda Ilustrasi tidak makan saat berpuasa (foto: superlive)

Terasmuslim.com - Puasa dalam Islam pada dasarnya memiliki aturan yang sama bagi setiap muslim yang menjalankannya. Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, orang yang berpuasa wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, dan hubungan suami istri. Ketentuan ini berlaku bagi semua orang tanpa perbedaan, baik laki-laki maupun perempuan, kaya maupun miskin. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menjelaskan batas waktu puasa dari fajar hingga malam.

Secara lahiriah, semua orang yang berpuasa melakukan hal yang sama yaitu menahan lapar dan dahaga sepanjang hari. Mereka memulai puasa sejak waktu Subuh hingga Magrib sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Puasa juga menjadi latihan pengendalian diri agar manusia mampu menahan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Namun dalam Islam, nilai puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan dahaga saja. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa tujuan utama puasa adalah agar manusia menjadi orang yang bertakwa. Artinya, puasa harus diiringi dengan menjaga lisan, perilaku, serta menjauhi perbuatan dosa selama menjalankannya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa tidak semua orang yang berpuasa mendapatkan pahala yang sempurna. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah, beliau bersabda bahwa ada orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak menjaga sikapnya dari dusta, ghibah, atau perbuatan maksiat lainnya.

Karena itu para ulama menjelaskan bahwa puasa memiliki tingkatan. Ada puasa orang awam yang hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Ada pula puasa yang lebih sempurna yaitu puasa yang juga menjaga lisan, pandangan, dan seluruh anggota tubuh dari dosa. Tingkatan inilah yang menjadikan kualitas puasa seseorang berbeda meskipun secara lahiriah mereka melakukan ibadah yang sama.

Dengan demikian, setiap orang yang berpuasa memang melakukan amalan yang sama yaitu menahan diri dari pembatal puasa sejak Subuh hingga Maghrib. Namun nilai dan pahala puasa di sisi Allah sangat bergantung pada keikhlasan, ketakwaan, serta kemampuan seseorang menjaga diri dari perbuatan dosa selama menjalankannya. Oleh sebab itu, puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga ibadah hati dan akhlak yang menyempurnakan keimanan seorang muslim.