Ilustrasi orang-orang saat mendengarkan khotbah jumat (Foto: Muhammadiyah)
Terasmuslim.com - Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Keutamaannya tidak hanya disebutkan dalam hadits, tetapi juga diabadikan langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT menjadikan Jumat sebagai hari pengingat agar kaum beriman kembali memprioritaskan Allah di tengah kesibukan dunia.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.”
(QS. Al-Jumu’ah: 9)
Ayat ini menegaskan bahwa pada hari Jumat, urusan dunia harus dikesampingkan demi memenuhi panggilan Allah. Shalat Jumat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi simbol kepatuhan dan pengagungan terhadap syiar Islam.
Hari Jumat juga disebut sebagai sayyidul ayyam (pemimpin seluruh hari). Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik hari yang terbit matahari adalah hari Jumat.”
(HR. Muslim)
Dalam hadits lain dijelaskan bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu mustajab, di mana doa seorang Muslim akan dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini mendorong kaum beriman untuk memperbanyak doa, dzikir, dan amal saleh sepanjang hari tersebut.
Al-Qur’an juga mengingatkan agar setelah menunaikan Shalat Jumat, kaum Muslimin kembali beraktivitas dengan tetap mengingat Allah:
“Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Jumu’ah: 10)
Ayat ini menunjukkan keseimbangan Islam antara ibadah dan kehidupan dunia. Hari Jumat bukan hari bermalas-malasan, melainkan hari yang mengajarkan disiplin spiritual sekaligus etos kerja yang berlandaskan iman.
Rasulullah SAW juga menganjurkan amalan khusus di hari Jumat, seperti membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, dan menjaga adab ketika mendengarkan khutbah. Semua ini menegaskan bahwa Jumat adalah momentum mingguan untuk memperbaiki iman dan amal.