Ilustrasi ulama sombong
Terasmuslim.com - Seorang da’i memiliki kedudukan mulia sebagai penyampai risalah Islam, namun ia juga tidak lepas dari ujian penyakit hati. Allah SWT mengingatkan bahwa penyakit hati dapat menimpa siapa saja. Firman-Nya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu” (QS. Al-Baqarah: 10). Ayat ini menjadi peringatan bahwa hati yang tidak dijaga dapat menghalangi hidayah, termasuk bagi seorang da’i.
Salah satu penyakit hati yang berbahaya bagi da’i adalah riya’, yaitu beramal agar dilihat dan dipuji manusia. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu?” Beliau menjawab, “Riya’” (HR. Ahmad). Riya’ dapat merusak keikhlasan dakwah dan menghilangkan pahala amal.
Penyakit hati lainnya adalah ujub dan merasa paling benar. Seorang da’i bisa terjatuh dalam sikap bangga diri atas ilmu dan jamaahnya. Padahal Allah SWT berfirman: “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci” (QS. An-Najm: 32). Ujub menjadikan da’i sulit menerima nasihat dan berpotensi merendahkan orang lain.
Hasad atau dengki juga termasuk penyakit hati yang dapat merusak dakwah. Seorang da’i bisa merasa tidak senang melihat keberhasilan da’i lain. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, dan saling membelakangi” (HR. Muslim). Hasad dapat memecah ukhuwah dan menghilangkan keberkahan dakwah.
Selain itu, cinta dunia dan popularitas sering menjadi penyakit hati yang tersembunyi. Allah SWT memperingatkan: “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau” (QS. Al-Hadid: 20). Ketika dakwah dijadikan sarana mencari ketenaran atau materi, maka tujuan utamanya sebagai ibadah kepada Allah akan bergeser.
Karena itu, seorang da’i wajib terus membersihkan hatinya dengan muhasabah, doa, dan keikhlasan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian” (HR. Muslim). Dengan hati yang bersih, dakwah akan menjadi cahaya yang menuntun umat menuju kebenaran dan keselamatan.