Ilustrasi foto bisikan setan pada wanita
Terasmuslim.com - Mempercayai hantu, demit, atau makhluk gaib tertentu sebagai sosok yang patut ditakuti dan dimintai perlindungan adalah salah satu jebakan syaitan yang paling halus. Tujuannya bukan sekadar menakut-nakuti, tetapi mengalihkan hati manusia dari tauhid kepada Allah. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya syaitan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh” (QS. Fathir: 6). Ketakutan berlebihan terhadap selain Allah membuka pintu bagi syaitan untuk merusak akidah.
Islam mengakui adanya makhluk gaib seperti jin, namun tidak membenarkan pengultusan atau ketergantungan kepada mereka. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada laki-laki dari kalangan jin, maka jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesesatan” (QS. Al-Jin: 6). Ayat ini menegaskan bahwa meminta perlindungan kepada selain Allah, termasuk makhluk gaib, justru menambah kesesatan dan ketakutan.
Syaitan menanamkan rasa takut agar manusia mencari “rasa aman” pada selain Allah, baik melalui jimat, ritual, maupun keyakinan mistis. Padahal Allah SWT menegaskan: “Bukankah Allah itu cukup bagi hamba-Nya?” (QS. Az-Zumar: 36). Ketika seseorang meyakini bahwa hanya Allah yang Maha Melindungi, maka tidak ada makhluk apa pun yang pantas ditakuti secara berlebihan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya doa dan perlindungan yang benar, bukan kepada makhluk, melainkan langsung kepada Allah. Beliau bersabda: “Barangsiapa singgah di suatu tempat lalu membaca: ‘Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya’, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya” (HR. Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa perlindungan sejati hanya datang dari Allah, bukan dari keyakinan mistis.
Maka, mempercayai hantu dan demit sebagai sumber bahaya atau perlindungan adalah bentuk kelalaian terhadap tauhid. Islam membebaskan manusia dari ketakutan semu dengan menanamkan keyakinan bahwa tidak ada yang memberi mudarat atau manfaat kecuali Allah. Ketika iman lurus, rasa takut pun luruh, dan hati menjadi tenang dalam perlindungan Rabb semesta alam.