Ilustrasi: Berdoa dan berzikir bulan syaban. Foto: NU
Terasmuslim.com - Bulan Sya’ban dikenal sebagai bulan yang dilalaikan oleh banyak manusia. Hal ini sebagaimana ditegaskan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid رضي الله عنه. Ketika beliau bertanya mengapa Nabi ﷺ banyak berpuasa di bulan Sya’ban, Rasulullah ﷺ bersabda: “Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin ketika amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i, dinilai hasan). Hadits ini menunjukkan keutamaan Sya’ban sekaligus kelalaian manusia terhadapnya.
Secara psikologis, banyak orang masih terbuai dengan kemuliaan Rajab sebagai salah satu bulan haram, lalu fokus penuh menyambut Ramadhan. Akibatnya, Sya’ban berada di tengah-tengah tanpa perhatian khusus. Padahal, Islam mengajarkan bahwa waktu-waktu yang sering dilalaikan justru memiliki nilai besar di sisi Allah. Ibn Rajab رحمه الله menjelaskan bahwa amal di waktu lalai lebih utama, karena menunjukkan keikhlasan dan kesungguhan seorang hamba dalam beribadah, bukan sekadar mengikuti arus kebiasaan manusia.
Al-Qur’an sendiri mendorong kaum beriman untuk memanfaatkan waktu dan tidak termasuk orang-orang yang lalai. Allah ﷻ berfirman: “Dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205). Ayat ini menjadi peringatan agar seorang Muslim selalu sadar terhadap kesempatan amal, termasuk di bulan Sya’ban. Meskipun tidak disebutkan secara khusus dalam Al-Qur’an, prinsip memanfaatkan waktu mulia dan mempersiapkan diri sebelum datangnya Ramadhan sangat sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Karena itu, para ulama menganjurkan untuk menghidupkan bulan .Sya’ban dengan amal-amal sunnah, seperti memperbanyak puasa, membaca Al-Qur’an, memperbaiki shalat, dan memperbanyak doa. Sya’ban adalah bulan persiapan ruhiyah agar ketika Ramadhan datang, hati sudah siap, iman sudah terlatih, dan ibadah tidak terasa berat. Barang siapa memuliakan Sya’ban, insyaAllah ia akan memasuki Ramadhan dengan kondisi terbaik, baik secara iman maupun amal.