Ilustrasi umat Islam saat Wudhu sebelum menjalankan shalat
Terasmuslim.com - Air wudhu dalam Islam disyariatkan sebagai sarana bersuci sebelum melaksanakan shalat, bukan sebagai ritual perawatan kulit. Allah ﷻ berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Ma’idah: 6). Ayat ini menegaskan bahwa wudhu adalah bentuk ketaatan kepada perintah Allah, dengan tujuan utama menyucikan diri dari hadats, bukan mengubah warna atau bentuk kulit secara fisik.
Namun demikian, Islam mengakui bahwa setiap ibadah memiliki hikmah dan manfaat tambahan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajah, tangan, dan kaki mereka karena bekas wudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Cahaya yang dimaksud dalam hadits ini adalah cahaya di hari kiamat sebagai kemuliaan bagi orang-orang beriman, bukan perubahan fisik kulit di dunia, meskipun wudhu yang rutin dapat menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
Dari sisi sebab-akibat duniawi, membasuh anggota tubuh beberapa kali sehari dengan air bersih dapat membantu menghilangkan kotoran, keringat, dan bakteri. Hal ini bisa membuat kulit terasa lebih bersih dan segar, bahkan tampak lebih terawat. Akan tetapi, Islam meluruskan pemahaman agar tidak meyakini wudhu sebagai sarana mistis yang pasti mengubah kulit. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Keyakinan yang berlebihan tanpa dalil dapat menggeser tujuan ibadah.
Kesimpulannya, air wudhu tidak disyariatkan untuk mengubah kulit, baik warna maupun bentuknya, tetapi sebagai ibadah dan sarana kesucian. Jika ada perubahan positif pada kulit, itu termasuk manfaat alami dan bonus dari kebersihan, bukan tujuan utama. Islam mengajarkan agar seorang muslim memperindah lahir dan batin secara seimbang, dengan niat yang lurus karena Allah ﷻ, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).