• KEISLAMAN

Carilah Istri yang Menjagamu dalam Ibadah, Bukan Sekadar Dunia

Yahya Sukamdani | Jum'at, 16/01/2026
Carilah Istri yang Menjagamu dalam Ibadah, Bukan Sekadar Dunia Ilustrasi istri marah soal nafkah

Terasmuslim.com - Islam memandang pernikahan sebagai sarana saling menolong dalam ketaatan kepada Allah. Al-Qur’an menegaskan tujuan rumah tangga bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dunia, tetapi ketenangan yang mengantarkan pada kebaikan. Allah ﷻ berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang” (QS. Ar-Rum: 21). Ketenteraman sejati lahir ketika suami-istri saling mengingatkan dalam iman dan ibadah.

Rasulullah ﷺ memberikan panduan jelas dalam memilih pasangan. Beliau bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, niscaya engkau beruntung” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa kriteria utama seorang istri adalah agamanya, yakni yang peduli terhadap shalat, Al-Qur’an, dan ketaatan, bukan semata urusan materi dan kenyamanan dunia.

Istri yang baik bukan hanya menemani saat lapang, tetapi juga menegur ketika suami lalai. Dalam Al-Qur’an Allah ﷻ memerintahkan, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6). Ayat ini menunjukkan tanggung jawab bersama dalam rumah tangga untuk saling mengingatkan dalam ibadah. Seorang istri yang gelisah saat suaminya meninggalkan ngaji, shalat berjamaah, atau shalat Subuh adalah wujud kepedulian terhadap keselamatan akhirat suaminya.

Sebaliknya, Islam memperingatkan bahaya jika rumah tangga hanya dibangun di atas kepuasan duniawi. Ketika ukuran kebahagiaan hanya harta, gaya hidup, dan kenyamanan, maka kelalaian ibadah dianggap biasa. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah” (HR. Muslim). Wanita shalihah adalah yang membantu suaminya taat kepada Allah, bukan yang menenangkan kelalaian. Inilah istri yang patut dicari oleh setiap lelaki yang menginginkan keberkahan dunia dan akhirat.