• UMRAH & HAJI

Betapa Nikmatnya Umrah di Bulan Ramadhan, Ibadah Bernilai Haji Bersama Rasulullah SAW

Yahya Sukamdani | Rabu, 14/01/2026
Betapa Nikmatnya Umrah di Bulan Ramadhan, Ibadah Bernilai Haji Bersama Rasulullah SAW Ilustrasi foto berdoa ketika umrah atau haji

Terasmuslim.com - Menjalankan umrah di bulan Ramadhan adalah nikmat besar yang dirasakan langsung oleh hati dan jiwa seorang muslim. Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Allah ﷻ berfirman, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia” (QS. Al-Baqarah: 185). Ketika ibadah umrah dilakukan di bulan yang mulia ini, maka nilai spiritualnya semakin kuat karena bertepatan dengan waktu diturunkannya petunjuk dan dilipatgandakannya pahala.

Keutamaan umrah di bulan Ramadhan ditegaskan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits shahih. Beliau bersabda: “Umrah di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya umrah di bulan suci, bukan berarti menggugurkan kewajiban haji, tetapi menunjukkan besarnya pahala dan kedudukannya di sisi Allah ﷻ. Inilah yang membuat umrah Ramadhan terasa begitu nikmat dan dirindukan oleh kaum muslimin.

Selain pahala yang besar, kenikmatan umrah di bulan Ramadhan juga terasa dari suasana ibadah yang hidup sepanjang waktu. Shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, doa, dan dzikir menggema di Masjidil Haram siang dan malam. Allah ﷻ berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi” (QS. Fathir: 29). Ayat ini terasa nyata bagi jamaah umrah Ramadhan yang tenggelam dalam ibadah tanpa henti.

Nikmat lainnya adalah kekhusyukan hati yang lebih mudah diraih. Puasa melembutkan jiwa, menjauhkan dari syahwat, dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya… dan puasa itu untuk-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika umrah dilakukan dalam kondisi berpuasa dan suasana Ramadhan, maka ibadah terasa lebih dalam, doa lebih tulus, dan air mata lebih mudah mengalir sebagai bentuk penghambaan sejati.