• KEISLAMAN

Wahai Ayah, Jangan Biarkan Putrimu Pergi di Malam Tahun Baru

Yahya Sukamdani | Sabtu, 27/12/2025
Wahai Ayah, Jangan Biarkan Putrimu Pergi di Malam Tahun Baru Ilustrasi larangan merayakan tahun baru

Terasmuslim.com - Islam menempatkan ayah sebagai pemimpin dan penjaga utama keluarganya. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6). Ayat ini menegaskan bahwa tanggung jawab ayah bukan sekadar memberi nafkah, tetapi juga menjaga akidah, akhlak, dan kehormatan putrinya. Membiarkan anak perempuan pergi tanpa pengawasan, apalagi di malam yang rawan maksiat seperti malam tahun baru, termasuk bentuk kelalaian terhadap amanah besar tersebut.

Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan batas pergaulan. Beliau bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa situasi yang tampak biasa dapat membuka pintu zina. Rayuan, janji palsu, dan pujian buaya seringkali menjadi awal rusaknya kehormatan seorang wanita, sesuatu yang seharusnya hanya diberikan kepada suaminya kelak dalam ikatan yang halal.

Islam memandang zina sebagai dosa besar yang dampaknya tidak hanya menimpa pelaku, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra’: 32). Larangan ini bukan hanya soal perbuatan, tetapi juga segala jalan yang mengarah kepadanya, termasuk membiarkan pergaulan bebas tanpa batas dan pengawasan orang tua.

Oleh karena itu, wahai ayah, menjaga putrimu adalah tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Hingga engkau menyerahkannya kepada suami yang sah melalui akad yang diberkahi dengan menyebut nama Allah, putrimu adalah amanah di tanganmu. Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Menjaga kehormatan putri berarti menjaga masa depannya, keluargamu, dan keselamatanmu di akhirat.