Ilustrasi hari raya non muslim
Terasmuslim.com - Islam mengajarkan toleransi kepada pemeluk agama lain, namun tetap memberikan batasan yang jelas agar akidah seorang muslim tetap terjaga. Dalam konteks perayaan hari raya agama lain, seorang muslim diperintahkan untuk bersikap adil, santun, dan tidak menyakiti perasaan pihak lain, tanpa harus ikut serta dalam ritual atau perayaan yang bersifat ibadah. Prinsip ini selaras dengan firman Allah, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku” (QS. Al-Kafirun: 6), yang menegaskan adanya pemisahan tegas antara keyakinan dan ibadah masing-masing agama.
Al-Qur’an juga mengingatkan kaum muslimin agar tidak terlibat dalam praktik keagamaan yang bertentangan dengan tauhid. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang tidak menghadiri az-zur (perkara batil)” (QS. Al-Furqan: 72). Sebagian ulama menafsirkan az-zur termasuk perayaan dan ritual keagamaan selain Islam. Ayat ini menjadi dasar bahwa toleransi tidak berarti ikut merayakan atau mengakui kebenaran akidah agama lain, melainkan tetap menjaga jarak dari syiar ibadah mereka.
Rasulullah ﷺ memberikan teladan yang sangat jelas dalam masalah ini. Ketika tiba di Madinah, beliau mendapati penduduk memiliki dua hari raya, lalu bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha” (HR. Abu Dawud). Hadits ini menunjukkan bahwa kaum muslimin memiliki identitas dan hari raya tersendiri, sehingga tidak pantas meniru atau merayakan hari raya agama lain, meskipun tetap diwajibkan berbuat baik dan berakhlak mulia kepada pemeluknya.
Dengan demikian, sikap toleransi muslim terhadap perayaan hari raya agama lain diwujudkan dalam bentuk menghormati, tidak mengganggu, dan menjaga hubungan sosial yang baik, tanpa ikut serta dalam ritual, simbol, atau ucapan yang mengandung pengakuan terhadap keyakinan tersebut. Inilah keseimbangan Islam antara toleransi dan keteguhan akidah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi ﷺ, agar umat Islam tetap berada di atas jalan yang lurus sekaligus menjadi rahmat bagi seluruh alam.