• KEISLAMAN

Benarkah Tidak Shalat Termasuk Hukuman Allah?

Yahya Sukamdani | Rabu, 10/12/2025
Benarkah Tidak Shalat Termasuk Hukuman Allah? Ilustrasi rapat shaf shalat

Terasmuslim.com - Dalam Islam, meninggalkan shalat bukan sekadar dosa besar, tetapi juga bentuk hukuman batin dari Allah. Allah berfirman dalam QS. Maryam: 59, bahwa datang generasi yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsu, sehingga mereka akan mendapatkan kesesatan yang besar. Ketika seseorang merasa berat untuk shalat, bahkan enggan melakukannya tanpa alasan, itu tanda bahwa Allah mencabut rasa nikmat dalam ibadah dan ini adalah hukuman sebelum hukuman akhirat.

Rasulullah ﷺ juga menyebutkan bahwa pembatas antara seorang muslim dan kekafiran adalah shalat (HR. Muslim). Ini menunjukkan betapa besarnya kerugian meninggalkan shalat. Bukan hanya ancaman akhirat yang berat, tetapi hati menjadi gelap dan jauh dari ketenangan. Hilangnya rasa ingin beribadah adalah tanda bahwa seseorang sedang dihukum dengan hati yang keras dan tidak sensitif terhadap kebaikan.

Selain itu, meninggalkan shalat memutus hubungan seorang hamba dengan Allah. Shalat adalah sumber ketenangan jiwa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d: 28 bahwa hati menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ketika seseorang tidak shalat, ia kehilangan sumber cahaya ini. Hatinya menjadi resah, gelisah, mudah marah, dan tidak damai. Itu semua adalah bentuk hukuman yang dirasakan dalam kehidupan dunia.

Akhirnya, tidak shalat membuat seseorang kehilangan perlindungan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa shalat adalah tiang agama (HR. Baihaqi). Ketika tiang runtuh, seluruh bangunan akan roboh. Maka orang yang meninggalkan shalat kehilangan penjagaan Allah atas hidupnya. Karena itu, meninggalkan shalat bukan hanya dosa, tetapi juga hukuman berupa dicabutnya hidayah, ketenangan, dan keberkahan—hingga ia kembali bertobat dan memperbaiki hubungan dengan Allah.