Ilustrasi kuburan
Terasmuslim.com - Ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam karena mengingatkan manusia kepada kematian. Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku dahulu melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena ia mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim). Dasar ini menegaskan bahwa tujuan utama ziarah bukan meminta kepada penghuni kubur, tetapi untuk mengambil pelajaran, mendoakan, dan memohon ampunan kepada Allah untuk mereka yang telah wafat.
Adab pertama yang ditekankan syariat saat berada di kuburan adalah menjaga kesopanan, termasuk tidak mengangkat suara dan tidak melakukan perbuatan yang menyerupai perayaan. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu memanggil-manggil orang-orang yang mati.” (QS. Fathir: 22). Ini menunjukkan bahwa doa hanya ditujukan kepada Allah, bukan kepada penghuni kubur. Di samping itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa saat memasuki pemakaman: “Assalāmu ‘alaikum ahlad diyār… Semoga Allah merahmati kalian.” (HR. Muslim).
Islam juga melarang keras perbuatan yang merendahkan kehormatan kuburan, seperti duduk di atasnya, menginjaknya tanpa keperluan, apalagi menjadikannya tempat bersantai. Nabi ﷺ bersabda: “Sungguh, duduk di atas bara api sehingga membakar pakaian dan mengenai kulitku lebih baik daripada duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim). Larangan ini menunjukkan betapa syariat menjaga martabat orang yang sudah meninggal dan melarang tindakan yang dapat menistakan tempat pemakaman.
Selain itu, pengunjung dianjurkan untuk berpakaian sopan, menjaga pandangan, tidak meratap, serta tidak melakukan praktik bid’ah seperti menabur bunga dengan keyakinan tertentu, meminta berkah kepada mayit, atau menggantungkan harapan kepada kuburan. Doa, sedekah, dan amal saleh itulah yang benar-benar bermanfaat untuk orang yang telah meninggal, sebagaimana firman Allah: “Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39). Dengan mengikuti adab ziarah kubur, seorang muslim bukan hanya menghormati yang mati, tetapi juga menjaga kemurnian tauhidnya.