• KEISLAMAN

Orang Baik tapi Tidak Shalat, Bisakah Kebaikan Mengganti Ibadah Wajib?

Yahya Sukamdani | Selasa, 09/12/2025
Orang Baik tapi Tidak Shalat, Bisakah Kebaikan Mengganti Ibadah Wajib? Ilustrasi foto shalat berjamaah

Terasmuslim.com - Dalam pandangan Islam, kebaikan akhlak adalah hal mulia, tetapi tidak bisa menggugurkan kewajiban ibadah, terutama shalat. Allah menegaskan bahwa shalat adalah perintah langsung: “Dirikanlah shalat, karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45). Seseorang bisa saja berperilaku baik dalam keseharian, tetapi hak Allah berupa shalat tetap harus ditunaikan sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan.

Rasulullah ﷺ menempatkan shalat sebagai pembeda utama antara iman dan kekufuran. Beliau bersabda: “Perbedaan antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat bukan perkara ringan. Kebaikan sosial tidak dapat menggantikan shalat karena shalat adalah hubungan vertikal langsung antara hamba dan Rabb-nya, sementara akhlak baik adalah hubungan horizontal dengan manusia.

Allah juga menyatakan bahwa amal manusia akan sia-sia jika tidak dibangun atas pondasi ibadah yang benar. Shalat menjadi tiang agama, dan tiang inilah yang menopang seluruh amal lainnya. Tanpa shalat, amal kebaikan berada dalam posisi lemah. Allah berfirman: “Maka celakalah orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5). Ayat ini tidak ditujukan kepada orang jahat, tetapi kepada orang yang lalai dari kewajiban shalat sekalipun mereka punya kebaikan sosial.

Meski demikian, Islam tetap memandang setiap kebaikan bernilai di sisi Allah. Hanya saja, kebaikan itu tidak boleh membuat seseorang merasa cukup untuk meninggalkan shalat. Shalat justru menjadi bukti syukur atas hidayah yang telah Allah berikan. Maka orang yang baik seharusnya menyempurnakan kebaikannya dengan ketaatan kepada Allah. Dengan begitu, akhlak baik dan ibadah berjalan beriringan, sehingga hidupnya menjadi seimbang dan diridai Allah.