• KEISLAMAN

Separuh dari Ketenangan adalah Tidak Mengkhawatirkan yang Sudah Allah Tetapkan

Yahya Sukamdani | Selasa, 25/11/2025
Separuh dari Ketenangan adalah Tidak Mengkhawatirkan yang Sudah Allah Tetapkan Ilustrasi hati sebagai pengingat

Terasmuslim.com - Dalam perjalanan hidup, manusia sering diliputi kekhawatiran terhadap masa depan, rezeki, jodoh, atau ujian yang belum terjadi. Padahal Islam mengajarkan bahwa ketenangan sejati muncul ketika seorang hamba menerima dan percaya sepenuh hati terhadap takdir Allah. Dalam QS. At-Taghabun: 11, Allah menegaskan: “Tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” Ayat ini menjadi dasar bahwa ketenangan hati lahir dari keyakinan penuh bahwa segala sesuatu berada dalam pengaturan Allah yang Maha Bijaksana.

Rasulullah SAW mengajarkan konsep tawakal sebagai pilar ketenangan iman. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda: “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki seperti burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar lalu kembali sore hari dalam keadaan kenyang.” Hadis ini menegaskan bahwa tawakal bukan pasrah tanpa usaha, tetapi percaya bahwa hasil apa pun yang datang adalah bagian dari ketetapan Allah yang terbaik.

Al-Qur’an juga memberikan janji ketenangan bagi mereka yang berserah diri. Dalam QS. Ar-Ra’d: 28, Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” Ketika seorang hamba berhenti mengkhawatirkan hal-hal berada di luar kendalinya, ia akan menemukan bahwa separuh dari keresahan hidup hilang. Tugas manusia adalah berusaha, sementara hasil akhir adalah hak Allah. Kekhawatiran yang berlebihan justru menandakan kurangnya keyakinan pada rencana-Nya.

Rasulullah SAW juga menekankan bahwa apa pun yang ditetapkan untuk seorang hamba tidak akan meleset darinya. Dalam hadis riwayat Abu Dawud disebutkan: “Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikannya kecuali apa yang Allah tetapkan. Dan jika mereka ingin mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali apa yang Allah tetapkan.” Hadis ini merupakan kunci ketenangan: tidak ada yang bisa mengambil apa yang memang ditulis Allah untuk kita, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang tidak dituliskan.

Karena itu, separuh dari ketenangan hidup adalah berhenti mengkhawatirkan apa yang sudah Allah tetapkan baik itu rezeki, jodoh, masa depan, maupun ujian. Yang Allah tentukan tidak pernah salah, dan tidak pernah datang terlambat. Ketika hati ridha, usaha maksimal, dan tawakal total, seorang hamba akan merasakan ketenangan yang tidak bisa diberikan dunia mana pun. Ketenangan datang bukan karena semua masalah selesai, tetapi karena kita percaya sepenuhnya bahwa Allah selalu mengatur yang terbaik.