• KEISLAMAN

Cara Mendidik Anak agar Berakhlak Mulia Sesuai Ajaran Islam

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 19/10/2025
Cara Mendidik Anak agar Berakhlak Mulia Sesuai Ajaran Islam Ilustrasi - Berikut beberapa cara mendidik anak agar berakhlak mulia sesuai ajaran Islam (Foto: Pixabay)

Jakarta, Terasmuslim.com - Membentuk anak yang berakhlak mulia adalah amanah besar bagi setiap orang tua. Dalam Islam, pendidikan akhlak tidak hanya tentang sopan santun, tetapi juga menanamkan keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT sejak dini.

Di tengah arus modernisasi dan pengaruh digital, nilai-nilai Islam harus terus dijaga agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, santun, dan berbakti.

Berikut beberapa cara mendidik anak agar berakhlak mulia sesuai ajaran Islam.

1. Menjadi Teladan yang Baik (Uswah Hasanah)

Orang tua merupakan contoh pertama bagi anak. Setiap ucapan dan perbuatan akan direkam oleh mereka. Karena itu, mendidik anak dimulai dengan memperbaiki diri sendiri.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Kullu maulūdin yūladu ‘alal-fithrah, fa-abāwāhu yuhawwidzānihi, au yunashshirānihi, au yumajjisānihi.

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Menanamkan Nilai Iman Sejak Dini

Iman adalah fondasi akhlak. Anak perlu dikenalkan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta pentingnya syukur dan sabar. Ajak anak membaca doa harian dan mengenal ciptaan Allah agar tumbuh rasa kagum kepada Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ

Fa aqim wajhaka lid-dīni hanīfā, fiṭratallāhi allatī faṭaran-nāsa ‘alayhā.

“Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus; fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (QS. Ar-Rūm: 30)

3. Mengajarkan Adab dalam Kehidupan Sehari-hari

Akhlak mulia tercermin dari adab dalam berbicara, bersikap, dan bergaul. Ajarkan anak untuk menghormati orang tua, guru, serta bersikap lembut kepada sesama.

Allah SWT berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Wakhfiḍ lahumā janāḥadz-dzulli minar-raḥmah, wa qul rabbirḥamhumā kamā rabbayāni ṣaghīrā.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (orang tuamu) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.’” (QS. Al-Isrā’: 24)

4. Membangun Lingkungan yang Islami di Rumah

Lingkungan yang baik akan membentuk karakter yang baik. Rumah yang diwarnai dengan suasana Islami—seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur`an, dan saling mengingatkan dalam kebaikan—akan membantu anak tumbuh dalam iman dan akhlak.

Rasulullah SAW bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ

Matsalus-jalīsiṣ-ṣāliḥi was-sū’, kaḥāmilil misk wa nāfikhil kīr.

“Perumpamaan teman yang baik dan yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Menegakkan Disiplin dengan Kasih Sayang

Dalam Islam, kasih sayang dan ketegasan harus berjalan beriringan. Orang tua perlu menegur dengan lembut dan mengarahkan anak pada kebaikan tanpa kekerasan.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ

Inna Allāha rafīqun yuḥibbur-rifqa fīl-amri kullihi.

“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Mendoakan Anak dalam Setiap Kesempatan

Doa adalah bentuk kasih sayang tertinggi orang tua kepada anaknya. Selain membimbing dengan nasihat, iringi dengan doa agar anak diberi hati yang lembut dan akhlak yang terpuji.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Rabbi-j‘alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min dhurriyyatī, rabbanā wa taqabbal du‘ā’.

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhanku, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrāhīm: 40)