Ilustrasi puasa
Terasmuslim.com - Dalam kalender hijriah, umat Islam mengenal istilah Ayyamul Bidh, yaitu tiga hari di pertengahan bulan tanggal 13, 14, dan 15. Disebut Bidh (yang berarti putih) karena pada malam-malam tersebut bulan tampak bulat penuh dan bercahaya terang di langit. Hari-hari ini memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam, terutama untuk melaksanakan puasa sunnah.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an, “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7). Puasa yang dilakukan pada hari-hari istimewa seperti Ayyamul Bidh termasuk amal kebaikan yang bernilai besar di sisi Allah.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: “Kekasihku (Rasulullah) berpesan kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, salat dua rakaat Dhuha, dan salat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain disebutkan, “Berpuasa tiga hari setiap bulan sama seperti berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi dasar anjuran untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Ketika seseorang rutin berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa sepanjang tahun, karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat oleh Allah ﷻ.
Selain berpahala besar, puasa Ayyamul Bidh juga bermanfaat bagi kesehatan jasmani, menenangkan jiwa, serta melatih pengendalian diri. Umat Islam dianjurkan untuk menjadikannya sebagai kebiasaan bulanan agar mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat.