Ilustrasi umat Islam saat Wudhu
Terasmuslim.com - Menjaga wudhu merupakan salah satu tanda keimanan dan ketaatan seorang Muslim kepada Allah ﷻ. Dalam Surah Al-Maidah ayat 6, Allah memerintahkan: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, usaplah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki.” Ayat ini menegaskan pentingnya kesucian lahiriah sebelum beribadah. Namun, menjaga wudhu bukan hanya untuk salat, melainkan juga untuk memelihara kebersihan dan kesucian diri setiap saat.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang hamba berwudhu dengan sempurna, lalu salat dua rakaat dengan hati dan wajah yang khusyuk, melainkan wajib baginya surga.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa wudhu yang dijaga dan dilakukan dengan niat tulus menjadi sebab datangnya ampunan dan rahmat Allah. Bahkan, dalam hadis lain disebutkan bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ akan dikenali pada hari kiamat melalui cahaya yang memancar dari bekas wudhu mereka (HR. Bukhari dan Muslim).
Menjaga wudhu juga berarti menjaga hubungan spiritual dengan Allah. Orang yang selalu dalam keadaan suci dijaga dari godaan setan dan diberi ketenangan hati. Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menjelaskan, memperbarui wudhu meski tidak batal termasuk tanda kesungguhan seorang mukmin dalam menjaga kesucian dan meningkatkan keutamaannya di sisi Allah ﷻ.