• KEISLAMAN

Niat dan Tata Cara Menunaikan Sholat Istikharah

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 10/10/2025
Niat dan Tata Cara Menunaikan Sholat Istikharah Ilustrasi - sholat Istikharah(Foto: shariarepublika)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam momen ketika seseorang menghadapi pilihan yang sulit dan bimbang, Islam mengajarkan agar memohon petunjuk kepada Allah SWT lewat sholat sunnah istikharah.

Sholat ini bukan sekadar ritual formalitas, melainkan media spiritual untuk menyerahkan keputusan kepada Allah dan memohon agar pilihan yang terbaik dipermudah dan diberkahi.

Sholat istikharah secara norma dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Sebelum memulai, seorang muslim harus dalam kondisi suci dari hadas kecil dan besar (misalnya sudah berwudhu), serta menghadap kiblat. 

Niat menjadi pembuka yang penting. Bacaan niat sholat istikharah dalam bahasa Arab adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala."

Setelah niat, dilakukan takbiratul ihram (mengucapkan Allahu Akbar) sebagai pembukaan sholat. Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa iftitah dan membaca Surah Al-Fatihah.

Beberapa ulama menganjurkan agar di rakaat pertama dibaca Surah Al-Kafirun, dan di rakaat kedua dibaca Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah. Namun, penetapan surat khusus ini tidaklah wajib; surah pendek apa pun boleh dibaca dalam kerangka kesesuaian dan kemudahan.

Gerakan sholat kemudian dilanjutkan seperti sholat biasa: rukuk dengan tuma’ninah (tenang), bangkit (i’tidal), sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, lalu berdiri untuk rakaat kedua yang langkahnya sama.

Pada rakaat kedua tetap membaca Al-Fatihah dan surat pendek (seperti yang disebut di atas), kemudian rukuk, i’tidal, sujud, duduk antara sujud, dan sujud kedua. Setelah itu duduk tahiyat dan salam menutup sholat.

Begitu salam diucapkan, seseorang dianjurkan membaca doa istikharah agar harapannya dipermudah dalam pilihan dan diberikan petunjuk terbaik. Doa tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ …
(lanjutan doa lengkapnya sesuai tuntunan syariat)

Doa ini memohon agar Allah membimbing jika pilihan itu baik, dan menjauhkan jika buruk, serta menetapkan hati dalam kebaikan.

Waktu pelaksanaan istikharah tidak dibatasi secara khusus, selama bukan pada waktu-waktu terlarang untuk sholat sunnah. Waktu malam, terutama sepertiga malam terakhir, sering dianggap waktu yang khusyuk untuk melaksanakan istikharah agar hati lebih tenang dan doa lebih diterima.

Tanda bahwa seseorang telah mendapatkan petunjuk dari sholat istikharah bisa bervariasi—ada yang merasakan ketenangan hati terhadap suatu pilihan, ada pula yang diarahkan melalui kemudahan atau kondisi seputar pilihan itu.

Namun, penekanan utama adalah bahwa hasilnya harus diserahkan kepada Allah SWT dengan penuh tawakal dan sabar.