Ilustrasi - berdoa agar terhindar dari bala atau musibah (Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bagi umat Muslim, doa adalah benteng utama dalam menghadapi segala ujian hidup. Salah satu amalan yang banyak diamalkan masyarakat adalah doa tolak bala, terutama pada hari-hari tertentu yang dipercaya memiliki potensi turunnya musibah, seperti hari Selasa.
Amalan ini bukan hanya sekadar tradisi, melainkan juga bentuk permohonan kepada Allah agar diberikan keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya.
اَللّٰهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرَّ مَا فِيْهِ وَشَرَّ مَا بَعْدَهُ
Allāhummaṣrif ‘annā syarra hādzal-yaumi wa syarra mā fīhi wa syarra mā ba‘dahu.
“Ya Allah, jauhkanlah dari kami keburukan pada hari ini, keburukan yang ada di dalamnya, serta keburukan yang akan datang setelahnya.”
Doa tolak bala pada hari Selasa mengandung permohonan perlindungan secara menyeluruh, baik dari bahaya fisik, bencana alam, maupun musibah yang tidak terlihat.
Ulama menjelaskan bahwa membaca doa ini menjadi wujud penghambaan seorang Muslim, yang menyerahkan segala urusan kepada Allah. Dengan doa, seorang hamba berharap agar langkah-langkah yang ditempuh selalu dalam lindungan-Nya.
Selain itu, doa ini juga mengingatkan umat untuk tetap bersyukur ketika terhindar dari bahaya, serta bersabar ketika menghadapi ujian.
1. Waktu dan Tata Cara Mengamalkan
2. Dibaca pada pagi atau malam hari Selasa, setelah salat wajib maupun sunnah.
3. Dibarengi dengan istighfar dan doa keselamatan lainnya agar lebih afdhal.
4. Diamalkan secara ikhlas, bukan karena sekadar rutinitas, melainkan bentuk tawakal kepada Allah.
Doa tolak bala hari Selasa merupakan amalan sederhana namun penuh makna. Dengan membacanya, seorang Muslim memohon perlindungan dari segala musibah yang mungkin terjadi, sekaligus memperkuat rasa tawakal kepada Allah.
Mengamalkan doa ini secara rutin menjadi pengingat bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menolak bala kecuali dengan izin Allah semata.