• KEISLAMAN

Riya, Bahaya dan Obatnya

Yahya Sukamdani | Rabu, 24/09/2025
Riya, Bahaya dan Obatnya ilustrasi menjaga hati

Terasmuslim.com - Riya adalah perbuatan memperlihatkan ibadah atau amal kebaikan dengan tujuan mencari pujian manusia, bukan semata-mata karena Allah ﷻ. Dalam Al-Qur’an, Allah memperingatkan, “Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya.” (QS. Al-Ma’un: 4–6). Ayat ini menegaskan bahwa riya dapat merusak ibadah seseorang hingga tidak bernilai di sisi Allah, meskipun secara lahiriah terlihat baik di mata manusia.

Rasulullah ﷺ menyebut riya sebagai syirik kecil. Dalam hadis riwayat Ahmad, beliau bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya.” Hadis ini menunjukkan betapa berbahayanya riya, karena bisa menghapus pahala amal dan menjerumuskan pelakunya ke dalam murka Allah. Riya juga merusak hati dengan menumbuhkan rasa sombong dan kecintaan pada dunia.

Obat dari riya adalah meluruskan niat dan memperbanyak amal secara tersembunyi. Seorang muslim hendaknya mengingat bahwa hanya Allah yang berhak memberi balasan, bukan manusia. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad). Dengan memperbanyak ikhlas, muraqabah (merasa diawasi Allah), dan doa, seseorang dapat membersihkan hatinya dari penyakit riya dan menjaga amalnya tetap murni.